Ditetapkan Tersangka, 2 Pimpinan Khilafatul Muslimin Purwasuka Disangka dengan Perbuatan Makar

  • Share

KARAWANG, AlexaNews.ID – Polres Karawang menetapkan status dua pimpinan kelompok massa yang mengatasnamakan sebuah organisasi masyarakat (Ormas) Islam bernama “Khilafatul Muslimin” di Purwakarta, Subang dan Karawang (Purwasuka), sebagai tersangka konvoi kendaraan yang membuat masyarakat di Kabupaten Karawang resah terhadap aksi konvoi yang diduga kuat mengarah terhadap perbuatan atau usaha untuk menggulingkan pemerintahan yang sah (Makar).

Kapolres Karawang, AKBP Aldi Subartono mengatakan, penetapakan tersangka ini setelah pihaknya melakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan dengan memeriksa beberapa saksi yang melibatkan pemerintah, baik itu dari Kesbangpol, MUI hingga Kemenag Karawang.

Dalam hal ini, sambung Aldi menyampaikan, pihak kepolisian juga turut meminta keterangan dari beberapa saksi ahli di bidangnya, yakni seperti saksi ahli pidana, ahli bahasa, ahli sosiolog, hingga ahli komunikasi dan informatika (kominfo).

“Dari kedua tersangka, salah satunya merupakan pria paruh baya berinisial KM (60) selaku Ketua Khilafatul Muslimin Purwasuka sejak Mei 2008 sila. Sedangkan untuk tersangka lainnya, pria berinisial EU yang merupakan Ketua Khilafatul Muslimin di Kabupaten Karawang,” ungkap AKBP Aldi yang juga didampingi oleh Kepala MUI, Kemenag dan Kesbangpol Karawang dalam konferensi persnya kepada para awak media di Mapolres Karawang, Jumat (10/6/2022) siang.

Untuk kronologis peristiwanya, kata Aldi menerangkan, sekelompok orang yang kurang-lebihnya ada sekitar 103 orang dengan mengatasnamakan sebagai kelompok bernama Khilafatul Muslimin ini melakukan aksi konvoi kendaraan bermotor. Dengan membawa spanduk dan pamflet, puluhan kendaraan yang dikendarai oleh kelompok itu melakukan aksi konvoinya di wilayah hukum Polres Karawang pada 29 Mei 2022 kemarin.

“Konvoi kendaraan kelompok ini di mulai dari jalanan di wilayah Cikampek hingga mengarah ke jalanan di wilayah Lemah Abang Wadas. Kemudian mereka kembali berkonvoi mengarah ke Cikampek lagi,” jelas pemilik akun Instagram @Aldi2003ts mengatakan.

Kelompok massa yang dianggap telah mengganggu hingga masyarakat juga merasa resah atas dugaan upaya (Perbuatan) Makar dari kelompok tersebut, membuat para petugas kepolisian dari Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Karawang pun langsung melakukan serangkaian proses penyelidikan kepada orang-orang yang tergabung di dalam kelompok massa tersebut.

Selanjutnya pada 8 Juni 2022, kata Aldi menjelaskan, pihaknya juga langsung melakukan proses penggeledahan terhadap sebuah rumah yang dijadikan Kantor Sekretariat Khilafatul Muslimin wilayah Purwasuka, atau lebih tepatnya berada disalah satu desa di wilayah Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

“Dari tempat yang digeledah, kami berhasil menyita sejumlah barangbukti seperti beberapa anak panah, spanduk, pamflet, buku-buku (diduga berisikan materi tentang radikalisme, red), dan sejumlah uang tunai yang ada kaitannya dengan dugaan pelanggaran pidana,” jelas Aldi membeberkan.

Alhasil, keduanya terancam disangka dengan dugaan pelanggaran Pasal 82 Ayat 2 jo Pasal 59 Ayat 4 UU Nomor 16 Tahun 2017 tentang penetapan Perpu Nomor 2 Tahun 2017, yakni tentang perubahan atas UU Nomor 17 Tahun 2013 tentang organiasi kemasyarakatan menjadi UU.

“Kemudian keduanya juga disangka dengan dugaan pelanggaran Pasal 107 Ayat 1 KUHPidana, tentang Makar. Dan dugaan pelanggaran Pasal 14 Ayat 2 dan/atau Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946, tentang peraturan hukum pidana. Sehingga untuk kedua tersangka ini ancaman pidananya, yaitu kurungan penjara selama 5 sampai 20 tahun,” tandasnya.

Warga Karawang Ramai-Ramai Bentangkan Spanduk Penolakan.

Seperti diketahui, kemunculan kelompok Khilafatul Muslimin yang bikin geger publik ini pun sedang menjadi sorotan seluruh bangsa Indonesia, setelah di sejumlah daerah (kelompok tersebut) melakukan aksi konvoi dengan membentangkan spanduk Khilafatul Muslimin.

Sontak, kehadiran kelompok tersebut rupanya berbuntut dengan penolakan dari warga di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Bahkan, sejumlah spanduk penolakan pun kini tengah ramai dibentangkan oleh masyarakat untuk menolak kehadiran kelompok yang menurut laporan Densus 88, sebagai kelompok radikal.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, spanduk penolakan yang bertuliskan “Kami Warga Karawang Menolak!!! Keberadaan Khilafatul Muslimin, Pancasila Ideologi NKRI,” ini pun kini bermunculan di sejumlah titik di Karawang, salah satunya seperti yang ada di Bundaran Masari jalur arteri Klari-Cikampek, Kabupaten Karawang.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh Kasat Intelkam Polres Karawang, AKP Agustinus Manurung. Menurut laporan yang diterimanya, kemunculan spanduk penolakan ini berkaitan dengan keberadaan kelompok Khilafatul Muslimin di Karawang dan masyarakat masih memegang teguh akan norma-norma Pancasila sebagai ideologi NKRI.

“Memang keberadaan dari kelompok Khilafatul Muslimin, tengah menjadi pantauan kami, juga sorotan dari masyarakat luas. Dan soal spanduk yang bermunculan di sejumlah titik, hal ini tengah kami cari informasinya,” ungkapnya.

“Spanduk penolakan itu mungkin respon warga yang tidak menginginkan adanya ideologi lain, selain Pancasila. Oleh sebab itu, kami pun mengajak hal yang sama agar tidak terpecah belah guna keutuhan nusa dan bangsa rakyat Indonesia. NKRI Harga Mati!.,” tegas pria yang akrab disapa Capt Monroe. (Red).

  • Share