Diduga Bodong dan Rugikan Customer Miliaran Rupiah, Adeela Residence Dilaporkan ke Polres Karawang

  • Share

Karawang, AlexaNews.ID – Ingin memiliki rumah dengan sistem Syariah? Memiliki hunian eklusif dan asri, tanpa Bank, tanpa Riba, tanpa Denda, tanpa Sita dan tanpa BI Checking!

Miliki hunian eksklusif dan asri, hanya di Adeela Residence (Karawang Syariah), yang terletak di Pasir Jengkol, Majalaya, Karawang.

Gimana, anda tertarik dengan iklan perumahan seperti itu? menarik kan!

Sekilas apa yang ditawarkan pihak pengembang perumahan tersebut menggiurkan siapa saja yang belum memiliki hunian.

Namun apa jadinya jika rumah yang ditawarkan tersebut diduga bodong? bahkan pembangunan rumah tersebut mangkrak dan merugikan costumernya miliaran rupiah. Kaget kan? Sama!

Adeela Residence, baru-baru ini dilaporkan para costumernya lewat Advokat pada Kantor Law Firm Alexa & Partners, Candra Irawan, SH.,CH.,CHt. atas dugaan penipuan.

“Kami telah melaporkan Adeela Residence ke Polres Karawang atas dugaan penipuan terhadap costumernya”, ucap Candra kepada AlexaNews.ID, Selasa (21/6/2022).

Dasar pelaporan, dijelaskan Candra karena sebanyak 32 costumer Adeela Residence yang menjadi kliennya tersebut, telah membayar DP unit bahkan cicilan yang jika dihitung-hitung mencapai 1,3 Miliar untuk semua costumer.

Namun sampai hari ini, puluhan costumer tersebut jangankan menempati rumah, melihat tanah dan bangunan pun tak pernah ada.

“Kami menduga perbuatan yang dilakukan oleh Ratna Damayanti (Pengembang) membuat Perjanjian Jual Beli Rumah tersebut, hanya sebuah bentuk bujuk rayu dan iming-iming serta tipu muslihat saja, karena objek didalam perjanjian tersebut faktanya sampai hari ini tidak ada baik tanah maupun bangunan apalagi rumah yang sudah dibangun, sebagaimana tertulis di dalam perjanjian,” ungkap Candra.

Candra membeberkan awal mula terjadinya dugaan praktek ‘tipu-tipu’ ini.

“Klien kami membeli tanah dan bangunan yang dijual oleh saudari berdasarkan Surat Perjanjian Jual Beli Perumahan Adeela Karawang Syariah tertanggal 12 Maret tahun 2016, dimana tanah dan bangunan tersebut dijual sebesar Rp. 155.000.000,- (seratus lima puluh lima juta rupiah) dengan ketentuan klien kami harus membayar terlebih dahulu Down Payment sebesar Rp. 15.000.000,- (lima belas juta rupiah)”,

“Bahwa setelah menandatangani Perjanjian Jual Beli Rumah tersebut dimana klien pada bulan berikutnya membayar angsuran bulanan pertama yang pada saat itu ditetapkan sebesar Rp. 1.458.000,-(satu juta empat ratus lima puluh delapan ribu rupiah) selama 8 tahun atau 96 bulan dimana klien kami menyetorkan uang tersbeut menggunakan Bank Mandiri Syariah dengan Nomor Rekening : 7097129562 atas nama SRI HARTONO,” bebernya.

Namun masih dikatakan Candra, hampir 6 tahun lamanya, para costumer tersebut tidak kunjung mendapatkan rumah.

“Sehingga perjanjian tersebut semata-mata hanya digunakan oleh pengembang, untuk membuat klien kami memberikan uangnya saja sehingga tidak adanya kejelasan dari Saudari serta dengan tidak adanya pengembalian uang tersebut kepada klien kami maka perbuatan Saudari bisa dikualifikasikan sebagai Tindak Pidana Penipuan dan Penggelapan dimana perbuatan saudari melanggar ketentuan Pasal 372 dan Pasal 378 KUHPidana”, jelasnya.

Saat dikonfirmasi prihal laporan yang mengarah terhadap Adeela Residence, pihak pengembang meminta tim AlexaNews.ID mengkonfirmasi kebenarannya ke pihak terkait.

“Maaf kalau mau konfirmasi silakan ke pihak yang terkait, karena saya tidak tau proses nya yang sedang dilaporkan ke Polres,” kata salah satu Pengembang, Sentot saat dikonfirmasi via WhatsApp. (Red)

  • Share