3 Bulan Lebih Kepala Sekolah SDN Mulyajaya II Diduga Tidak Ngantor? Korwil Kutawaluya Disebut Tak Berfungsi

  • Share

Karawang, AlexaNews.ID – Perasaan heran? Itulah yang pertama kali dirasa oleh Kepala Desa Mulyajaya, Endang Amd (Endang Macan Kumbang) saat mendengar aduan dari tokoh masyarakat yang mengatakan SDN Mulyajaya 2 yang berada di Desa Mulyajaya, Kutawaluya, Karawang selama 3 bulan lebih seperti tidak mempunyai Kepala Sekolah (Kepsek).

“Saat pembagian raport terus rapat beberapa guru dengan para tokoh untuk menunjuk komite yang baru. Dari tokoh-tokoh yang hadir tadi ngobrol dan lapor ke saya, selain ganti komite, SDN Mulyajaya 2 juga gak ada Kepala Sekolahnya, justeru pergantian komite ini juga sekaligus untuk mengajukan pergantian kepala sekolah juga yang selam 3 bulan lebih tidak masuk-masuk,” kata Endang kepada AlexaNews.ID, Sabtu (25/6/22).

Lantas Endang menanyakan alasan Kepala Sekolah SDN Mulyajaya 2 sampai berbulan-bulan tidak masuk.

Semula Endang menanyakan terhadap salah seorang guru disana, namun tidak mendapat jawaban pasti. Namun setelah mencari informasi dari guru lain dan para tokoh masyarakat disana menyebut bahwa alasan Kepsek tidak masuk karena sakit.

“Setelah tahu, Kepala Sekolah tidak masuk selama 3 bulan, alasannya sakit. Tapi ditanya sakit apanya gak ada yang tahu, Guru pun ditanya gak ada yang jawab,” ucap Endang keheranan.

“Pantas saja gak ada yang bisa mengajukan berbagai kekurangan sarana dan prasarana di sekolah, toh kepala sekolahnya juga gak ada,” tambah endang.

Lebih jauh Endang menyayangkan prihal seperti ini lolos dari pantauan Korwilcambidik Kecamatan Kutawaluya. Endang menyebut Korwil di wilayahnya itu seolah tidak berfungsi.

“Disini berarti dari pengawas sekolah, Korwilcambidik Kutawaluya pun tidak berfungsi? Kenapa tidak berfungsi? Kepala Sekolah yang tidak aktif dan makan gaji buta pun gak ada teguran, gak ada penggantian,” ujarnya.

Selain itu masih dikatakan Endang, mendengar keluhan dari beberapa sekolah di wilayah Desa Mulyajaya yang kemudian dimuat dibeberapa media masa terkait kurangnya mebeler. Pihak Korwilcambidik bukannya membantu malah sebaliknya, memarahi pihak-pihak yang mengadu ke Kepala Desa.

“Korwilcambidik parah, Kutawaluya nih. Bukannya ikut memediasi, memfalitasi masalah-masalah yang ada di sekolah di Kutawaluya, malah ‘sentak-sengor’ ngomelin. Saya pikir kalau guru-gurunya takut, maka saya akan mengajukan Korwil itu diganti atau dipindahkan ke Provinsi terpencil bila perlu”, pungkasnya. (Ame)

 

  • Share