Dihiasi Puluhan Jabatan Plt, Pendi sebut Roda Pemerintahan Cellica Sudah Darurat

  • Share

KARAWANG, AlexaNews.ID – Banyaknya jabatan rangkap hingga mencapai 26 kepala OPD dan camat yang dijadikan sebagai pejabat Pelaksana Tugas (Plt) di lingkungan Pemda Kabupaten Karawang, kepengelolaan roda pemerintahan di Kabupaten Karawang pun dinilai sudah darurat. Lebih anehnya lagi, kondisi puluhan kursi pejabat yang kosong ini telah berlangsung hingga satu tahun lebih.

Padahal, Bupati Karawang dr. Hj. Cellica Nurrachadiana telah memberikan janji untuk segera melakukan lelang jabatan. Namun janji tersebut masih belum juga dilaksanakan olehnya, sehingga puluhan jabatan yang kosong itu pun banyak dihiasi oleh para pejabat yang berstatus sebagai Plt di OPD alias rangkap jabatan yang semakin membengkak.

Dengan banyaknya jabatan Plt yang setingkat kepala OPD dan camat, membuat Ketua DPRD Kabupaten Karawang Pendi Anwar turut angkat bicara. Sebab menurutnya, apapun yang menjadi alasannya, kondisi yang saat ini terjadi di bawah kepemimpinan Bupati Cellica sudah dalam keadaan darurat sehingga kepengelolaan roda pemerintahan yang tengah dijalankan pun jadi tidak maksimal terhadap pelayan publik yang pastinya akan terganggu.

“Kalau sudah sampai 26 jabatan setingkat kepala OPD dijadikan Plt, itu sudah darurat. Pemerintah sudah seharusnya melakukan promosi jabatan, agar roda pemerintahan berjalan normal,” ungkap Pendi Anwar kepada awak media, Rabu (7/9/2022).

Karenanya, politisi asal Partai Demokrat Karawang ini berharap agar pemerintahan yang dipimpin oleh Cellica-Aep pun bisa segera melakukan lelang jabatan untuk mengisi jabatan yang kini statusnya masih dijabat Plt. Sebab jika rangkap jabatan terus dibiarkan, lambat-laun maka akan berdampak terhadap pelayanan publik yang terganggu.

“Iya (ke-26 jabatan kosong tersebut) harus segera diisi oleh pejabat definitif, karena pejabat yang sekarang banyak merangkap jabatan sebagai Plt juga dirasa tidak akan maksimal,” kata Wakil Rakyat asal Dapil V Karawang.

Hal senada juga disampaikan oleh salah satu anggota Kelompok Pakar DPRD Kabupaten Karawang, Nace Permana. Bahkan, ahli pakar sosial dan budaya di Kelompok Pakar DPRD Karawang ini mengkritisi roda pemerintahan yang dipimpin oleh Bupati Cellica lantaran membiarkan kondisi puluhan pejabatnya merangkap jabatan sebagai Plt hingga lebih dari satu tahun menjabat.

“Ini kan jelas aneh, kenapa Bupati Cellica seperti membiarkan jabatan Plt berlangsung lama?. Akibat hal itu juga, tentunya bisa menghambat jenjang karier seseorang ASN (atau pejabat eselon, red),” cetus Nace.

Akibat persoalan pada sistem kepengelolaan roda pemerintahan Pemda Kabupaten Karawang di bawah kepemimpinan Bupati Cellica saat ini, dinilai Nace seperti tak berjalan sesuai harapan masyarakat Kabupaten Karawang. Pihak khawatir akan banyaknya layanan publik yang terhambat karena para pejabatnya merangkap jabatan sebagai Plt. “Seperti halnya banyak sekolah yang roboh di Karawang!. Hal itu bukan hanya dilandasi persoalan anggaran saja, akan tetapi mereka sudah tidak bisa mengambil langkah prioritas untuk pembangunan sekolah,” katanya.

Dari data yang diterima meja redaksi AlexaNews.ID, sebanyak 26 kepala OPD di Karawang pun kini dirangkap oleh pejabat dengan status Plt. Jabatan tersebut seperti 17 Kepala Dinas dan 9 jabatan camat yang saat ini tengah diisi oleh pejabat Plt, terlebih ada 4 jabatan lainnya yang setingkat sekretaris camat (sekcam) pun turut dijabat dengan status jabatan Plt.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Karawang H. Acep Jamhuri mengatakan bahwa dalam waktu dekat ini, Pemda Kabupaten Karawang akan melakukan lelang jabatan. Hal itu dilakukan pihaknya guna mengisi kursi kekosongan jabatan defitinif yang kini banyak diisi oleh jabatan Plt. Meski demikian, pihaknya belum bisa memastikan secara persis untuk tanggal pelaksanaan lelang jabatan. “Tunggu setelah selesai HUT Karawang pada 14 September nanti ya,” kata Acep dengan singkat sembari masuk ke kendaraan dinasnya.

Sementara itu, seperti dikutip dari WartaKota.TribunNews.com, Bupati Karawang dr. Hj. Cellica Nurrachadiana pernah menyatakan bahwa pihaknya sudah mengirimkan surat ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Surat itu ia ajukan agar pihaknya dapat melakukan lelang jabatan.

“Kami akan segera melaksanakan lelang jabatan, (masih) menunggu izin dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Suratnya sudah kami kirim ke sana (KASN), tinggal menunggu balasan,” kata Cellica kepada WartaKota.TribunNews.com pada 16 Juni 2022 kemarin.

Bahkan dikatakan Bupati Cellica ini pun, ia berujar bahwa setelah mendapatkan izin dari KASN, maka pihaknya akan segera melakukan lelang jabatan. “Jabatan itu InsyaAllah akan segera terisi, tetapi tentu semua itu membutuhkan waktu dan tidak perlu terburu-buru,” jelasnya.

Untuk diketahui bersama, normatifnya jabatan untuk seorang pejabat pelaksana tugas atau Plt pada roda pemerintahan ini seharusnya dapat disesuaikan dengan aturan yang berlaku, yaitu paling lama menjabat jabatan sebagai Plt selama tiga bulan kemudian bisa ditambah satu kali masa jabatan lagi hingga tiga bulan ke depan. Namun kenyataannya, hal tersebut tak dapat disesuaikan dengan aturan yang berlaku itu. (Not/Red). 

  • Share