Janji Bertanggung Jawab, Kebocoran Gas Caustic Soda Dibantah Humas PT. Pindodeli

  • Share

KARAWANG, AlexaNews.ID – Untuk yang kesekian kalinya, kebocoran gas Caustic Soda Plant milik PT. Pindodeli 2 (Sinar Mas Group), diduga kembali memakan korban. Dalam peristiwa kali ini, sebanyak 42 warga Desa Kutamekar, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang terpaksa dilarikan ke rumah sakit usai terpapar gas CI2, pada Rabu (14/9/2022) pagi.

Adapun ke-42 korban kebocoran gas Caustic Soda milik PT. Pindodeli 2, rata-rata mengalami gejala yang sama seperti mengalami lemas, mual hingga pingsan sesaat setelah terpapar gas tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, asal kebocoran gas dari pembakaran yang tidak sempurna ini diketahui bersumber dari pipa Caustic Soda Plant. Gas ini merembes dan terbawa angin sejak Rabu pagi sekitar jam 07.10 WIB, sehingga mengakibatkan warga yang tinggal di sekitar pabrik langsung terpapar gas.

Diungkapkan Humas PT. Pindodeli 2, Andar mengatakan bahwa awalnya hanya ada sekitar 20 warga yang mengalami gejala lemas dan pingsan, sehingga harus dilarikan ke rumah sakit. Namun, jumlah korban terus bertambah hingga menyentuh angka 42.

Dari pengakuannya, Andar menyebut bahwa PT. Pindodeli 2 sudah menutup proses produksi di Caustic Soda Plant untuk mencegah munculnya korban baru. “Kami hentikan dulu produksi di line itu untuk mengecek secara tuntas penyebab pembakaran tidak sempurna,” kata Andar kepada wartawan.

Dalam konferensi persnya, Andar menyebut bahwa pihak PT. Pindodeli 2 telah berjanji akan membiayai seluruh proses pengobatan dari seluruh korban hingga sembuh. Perusahaannya juga akan bertanggungjawab atas kerugian yang diderita oleh para korban.

“Kejadian ini di luar kendali tim kami. Bukan kebocoran (gas caustic soda atau Cl2, red) sebenarnya, melainkan pembakaran yang tidak sempurna. Kami sudah berkoordinasi dengan aparatur desa, Polsek, dan pihak terkait di kecamatan serta kabupaten,” tegasnya.

Sebelumnya, Kapolres Karawang, AKBP Aldi Subartono menerangkan bahwa pihaknya sudah menugaskan Kasatreskrim Polres Karawang, AKP Arief Bustommy guna mengecek langsung ke lokasi warga yang mengalami keracunan.

“Sudah (dapat informasi), Kasatreskrim ke lokasi. Polsek setempat sudah mengambil langkah-langkah,” ucapnya.

Aldi menerangkan, hingga saat ini pihaknya masih terus berkoordinasi dengan instansi terkait perihal kasus warga yang diduga keracunan gas Coustic Soda tersebut. Sehingga, sambung Aldi, pihaknya hanya melakukan pengecekan guna melakukan tindakan selanjutnya.

“Kami akan koordinasi dengan instansi terkait, sesuai tataran kewenangan,” jelas Kapolres Karawang, AKBP Aldi Subartono menegaskan.

Seperti diketahui, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Karawang sempat mencabut izin dua perusahaan tersebut pada Mei 2018 lalu. Tindakan tegas DLHK Karawang itu pun tertuang dalam Keputusan Kepala DLHK Karawang Nomor: 180/Kep.190-PPL/2018 tertanggal 18 Mei 2018.

Adapun diantara alasan penutupan itu, Caustic Soda Plant milik PT. Pindo Deli Pulp and Paper Mills II atau PT. Pindodeli 2 ini diketahui telah lalai lantaran sejumlah alat produksi klorin yang sudah waktunya dilakukan peremajaan, tetapi belum dilakukan peremajaan. Perusahaan itu dinilai menyalahi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup (Permen LH) Nomor 2 Tahun 2017. (Red).

  • Share