Acep Jamhuri: Pemkab Siap Bantu Modal Usaha Pedagang Pasar Rengasdengklok

  • Share

Karawang, AlexaNews.ID – Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang menjadi narasumber dalam acara siniar Alexa Podcast dengan membeberkan rencana pemerintah Kabupaten Karawang untuk merelokasi pasar lama Rengasdengklok.

Dalam acara Alexa Podcast, Acep Jamhuri, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karawang mengungkapkan soal rencana relokasi para pedagang pasar lama Rengasdengklok ke Pasar Proklamasi Rengasdengklok yang baru.

Menurut, Acep Jamhuri, berdasarkan hasil kesepakatan bersama Bupati Karawang, Kapolres Karawang dan Dandim 0406 Karawang serta Kejaksaan Negeri Karawang sudah beberapa kali akan melakukan relokasi namun gagal, sehingga Bupati Karawang menugaskan dirinya untuk merelokasi Pasar lama Rengasdengklok.

Menurut Acep Jamhuri, adanya polemik penolakan dari para pedagang pasar itu merupakan miskomunikasi antara Disperindag dan PT Visi Indonesia Mandiri (VIM) pada saat sosialisasi tidak dilaksanakan secara bersama-sama.

Padahal Pemerintah Daerah akan selalu memberikan kemudahan – kemudahan untuk para pedagang pasar lama Rengasdengklok.

“Jadi waktu itu ada komunikasi yang tidak nyambung antara pemerintah daerah yang diwakili oleh Disperindag dengan para pedagang karena para pedagang itu kan urusannya Disperindag, bagaimana pemerintah daerah memberikan kemudahan – kemudahan ke para pedagang, jadi yang jalan itu tidak bersama seharusnya bersama ada disperindag dan PT VIM sosialisasinya, menyerahkan sepenuhnya ke PT VIM sosialisasi, kemudian kaitan dengan harga dan proses pemindahan yang awalnya ada booking fee, uang muka, dan harga sebenarnya variatif bagaimana lokasinya ini yang tidak tersosialisasikan ke para pedagang,” tuturnya.

Saksikan AlexaPodcast, ‘Sekda Blak-blakan Bicara Relokasi Pasar Rengasdengklok’

Selain itu, Acep Jamhuri juga mengungkapkan beberapa waktu yang lalu, saat para pedagang meninjau langsung pasar Proklamasi Rengasdengklok mendengar langsung keluh-keluhan dari para pedagang saat itu dirinya langsung menangis.

“Saat itu terjadilah diskusi-diskusi pengeluhan para pedagang saya mewek kan, saya juga merasakannya, karena menurut para pedagang tempatnya tidak layak dan khawatir tidak tercover, sesuai arahan bupati kita berpihak ke para pedagang agar bisa jualan, tidak booking fee, tidak bayar dulu beberapa bulan, kita juga kawal terus sampai mereka kehidupannya sejahtera kalau pindah ke pasar itu, kalau tidak sejahtera kita itu dosa,” ungkapnya.

Acep Jamhuri, juga menambahkan bahwa para pedagang yang mempunyai BI Checking, Pemerintah Daerah juga memberikan kemudahan dalam aspek permodalan lewat Koperasi Pemerintah Daerah.

“Aspek permodalan sama kita akan bantu, yang BI Checking nggak lolos kita siapkan koperasi Pemda, kita juga berharap mereka membuat koperasi agar support pemerintah daerah lewat koperasi, tidak perorangan karena kita juga harus hati-hati menggunakan keuangan Pemda, kita juga berharap mereka harus kompak membangun kebersamaan untuk kemajuan pasar,” pungkasnya. (Ysp/Red)

  • Share