Sekda Karawang: Relokasi Pasar Rengasdengklok Sudah 20 Tahun Belum Terealisasi

  • Share

Karawang, AlexaNews.ID – Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang Acep Jamhuri menjadi narasumber dalam acara siniar Alexa Podcast beberapa waktu lalu.

Dalam acara Alexa Podcast, Acep Jamhuri, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karawang mengungkapkan soal rencana relokasi para pedagang pasar lama Rengasdengklok ke Pasar Proklamasi Rengasdengklok yang baru.

Menurut, Acep Jamhuri, berdasarkan hasil kesepakatan bersama Bupati Karawang, Kapolres Karawang dan Dandim 0406 Karawang serta Kejaksaan Negeri Karawang sudah beberapa kali akan melakukan relokasi namun gagal, sehingga Bupati Karawang menugaskan dirinya untuk merelokasi Pasar lama Rengasdengklok.

“Saya ini sebenarnya ditugasi sama bupati ya, hasil kesepakatan rapat ibu bupati, wakil bupati, Kapolres, Dandim dan Kajari pada waktu itu, beberapa relokasi ‘kan tidak bisa dilakukan dia menugaskan saya, ya sudah tahap awal dilakukan tapi belum tuntas sehingga timbul pro kontra dan polemik secara interes pribadi maupun kelembagaan,” kata Acep Jamhuri, Jumat (02/11/2022).

Dia juga mengatakan proses relokasi para pedagang pasar lama Rengasdengklok sudah direncanakan sejak dari zaman Bupati Karawang Ahmad Dadang, Dadang S Mukhtar dan Ade Swara.

Tujuan relokasi itu untuk menjadikan Rengasdengklok yang tertib, aman dan bersih maka lokasi pasar lama Rengasdengklok akan dibangunkan Taman Ruang Terbuka Hijau.

“Kalau berbicara urgent ya memang rencana relokasi ini bukan hanya tahun ini tapi ini kan jauh-jauh hari bahkan 20 tahun yang lalu, dari zaman pak Ahmad Dadang, pak Dadang S Mukhtar dan Pak Ade Swara pada waktu itu ke pasar itu juga cuma yang melaksanakannya PT Kaliwangi, tapi kan PT Kaliwangi itu gagal tidak mampu untuk membangun merelokasi pasar itu, dan kebetulan Pemerintah Daerah sudah ada MoU dan PKS dengan PT VIM harus dilakukan, untuk melihat Rengasdengklok itu nyaman, tertib, aman dan bersih maka akan lokasi pasar lama itu akan dibuatkan Taman Ruang Terbuka Hijau,” ujarnya.

Kemudian, Acep jamhuri juga menyampaikan meski proses relokasi masih mendapatkan penolakan dari sebagian para pedagang, namun sudah ada hampir 800 pedagang yang sudah siap untuk pindah dan membooking di Pasar Proklamasi Rengasdengklok tersebut.

“Itu kan tanah Pemda, masyarakat para pedagang sebagian masih ingin belum pindah dan ingin pindah semuanya itulah yang terjadi dan 800 pedagang sudah booking, tapi ingin semua pindah mulai dari pedagang kaki lima dan pedagang yang punya kios menginginkan tidak ada pasar di lokasi itu,” ucapnya. (Ysp/Red)

Wawancara selengkapnya :

  • Share