KETIKA Kang Dedi Mulyadi (KDM) mengingatkan kita semua termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Barat, bahwa alih fungsi lahan di Gununggede seputaran Puncak akan menghadirkan bencana.
Saat itu, wilayah Jawa Barat yang mendapatkan musibah akibat alih fungsi lahan, terlebih dahulu.
Gerakan KDM saat itu, memunculkan pro dan kontra tentang alih fungsi lahan di Gununggede dan membongkar semua bangunan termasuk bangunan milik Pemprov Jawa Barat.
Banjir saat itu, diakibatkan alih fungsi lahan. Saat ada alih fungsi maka akan ada penerbangan pohon dan pembangunan untuk wisata.
Kelihatannya baik baik saja, karena perijinan diberikan oleh pemerintah dengan dalih peningkatan PAD atau apapun namanya.
Namun ketika musim hujan tiba, air dikirim dari lokasi tersebut ke Bekasi dan Jakarta.
Langkah tegas KDM membongkar bangunan wisata kemudian meningkat bangunan di Kabupaten Bekasi mendapat reaksi pro dan kontra.
Namun KDM tidak mendengar itu semua, semuanya diselesaikan dengan cepat baik alih fungsi lahan maupun yang terdampak banjir.
Bahwa persoalan alih fungsi lahan kemudian penerbangan pohon maupun membangun dikawasan hutan sudah menjadi persoalan krusial yang lambat Laun akan mendatangkan bencana.
Mata kita terbelalak oleh kejadian bencana Sumatra dan Aceh. Ribuan nyawa merenggang dan terkubur longsor yang dahsyat akibat tangan tangan manusia.
Bangunan perkantoran, rumah dan lainnya di berapa kecamatan di Aceh, tidak terlihat hilang terkubur tanah.
Semoga musibah yang menimpa saudara kita, baik di Sumatra maupun di Aceh, diberikan kekuatan dan kesehatan serta penanganan bencana diberikan kemudahan agar kembali normal. [Ahmad Syah]










