CIREBON, AlexaNews.ID – Curah hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Cirebon pada Senin sore (5/1) memicu bencana banjir bandang di wilayah Kecamatan Mundu. Tanggul sungai dilaporkan jebol, menyebabkan luapan air deras menerjang permukiman warga, termasuk kawasan Perumahan Grand Pamengkang, Desa Pamengkang.

Air bercampur lumpur mengalir dengan kecepatan tinggi dan langsung membelah jalan utama perumahan. Dalam hitungan menit, genangan naik drastis hingga melumpuhkan aktivitas warga. Sejumlah akses keluar masuk kawasan perumahan tidak dapat dilalui akibat arus yang terlalu kuat.

Berdasarkan rekaman video warga, banjir dipicu oleh meningkatnya debit air sungai yang tidak lagi mampu ditahan tanggul di sekitar pemukiman. Jebolnya tanggul membuat air meluap tanpa kendali dan menghantam rumah-rumah warga di sekitarnya.

Kondisi di lokasi dilaporkan cukup mengkhawatirkan. Sejumlah warga, termasuk anak-anak dan lanjut usia, masih terjebak di dalam rumah karena tidak memungkinkan melakukan evakuasi secara mandiri. Arus deras membuat warga memilih bertahan sambil menunggu bantuan.

“Tolong dibantu, kali jebol di Perumahan Grand Pamengkang. Air sudah di mana-mana, masih banyak warga terjebak di rumah,” ujar seorang warga dengan suara panik dalam video yang beredar di media sosial.

Hingga saat ini, warga sangat berharap kehadiran BPBD Kabupaten Cirebon serta Basarnas untuk melakukan evakuasi darurat, terutama di titik-titik dengan genangan tinggi dan arus paling deras.

Tak hanya Desa Pamengkang, banjir juga merendam ratusan rumah di Desa Banjarwangunan, Kecamatan Mundu. Wilayah terdampak paling parah tercatat di Blok Jaga Tamu dan Blok Lobunta, dengan ketinggian air bervariasi mulai dari 30 sentimeter hingga mencapai sepinggang orang dewasa.

Seorang warga Banjarwangunan bernama Jai menuturkan, air masuk ke permukiman dengan sangat cepat setelah sungai meluap akibat hujan deras yang berlangsung cukup lama.

“Kondisi di Jaga Tamu dan Lobunta cukup parah. Air sudah tinggi sejak sore. Kami berharap ada perhatian cepat dari pihak terkait, terutama Pak Kuwu, karena banyak rumah yang terendam,” ungkapnya di tengah genangan banjir.

Warga di wilayah Mundu dan sekitarnya diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir susulan. Masyarakat diminta segera mengungsi ke tempat lebih tinggi jika debit air kembali meningkat, sementara pengguna jalan disarankan menghindari akses menuju Desa Pamengkang dan Banjarwangunan untuk sementara waktu. [Kirno]

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.