PURWAKARTA, AlexaNews.ID – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purwakarta digelar dalam situasi kewaspadaan tinggi. Hingga kini, wilayah Purwakarta masih berada dalam status Siaga Darurat Hidrometeorologis yang ditetapkan berlaku sampai 30 April 2026.
Meski berada dalam kondisi siaga, rangkaian peringatan tetap dilaksanakan di halaman Kantor BPBD Purwakarta, Jalan Purnawarman, Senin (5/1). Kegiatan tersebut diisi dengan agenda sosial, pemaparan evaluasi kinerja, serta refleksi penanganan bencana selama empat tahun terakhir.
Kepala BPBD Kabupaten Purwakarta, Heryadi Erlan W.D., S.STP, menegaskan bahwa status siaga darurat bukan sekadar penetapan administratif, melainkan peringatan serius agar seluruh unsur tetap meningkatkan kewaspadaan, khususnya menghadapi ancaman hidrometeorologi basah.
“Dengan adanya keputusan siaga darurat ini, kami mengingatkan seluruh jajaran agar selalu siap dan waspada, terutama menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem,” ujar Heryadi dalam sambutannya.
Momentum HUT ke-4 ini dimanfaatkan BPBD sebagai ajang evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penanggulangan bencana di Purwakarta. Selama beberapa tahun terakhir, intensitas bencana tercatat fluktuatif namun cenderung tinggi, seiring perubahan pola cuaca dan kondisi lingkungan.
Heryadi memaparkan, pada 2023 tercatat 485 kejadian bencana, yang didominasi kekeringan akibat rendahnya curah hujan. Sementara pada 2024, jumlah kejadian menurun menjadi 284 peristiwa, namun didominasi bencana hidrometeorologi basah seperti longsor, pergerakan tanah, dan cuaca ekstrem. Adapun sepanjang 2025, BPBD menangani 389 kejadian bencana, dengan longsor dan cuaca ekstrem masih menjadi ancaman utama.
“Data ini menjadi pengingat bahwa risiko bencana di Purwakarta masih tinggi dan menuntut kesiapsiagaan berkelanjutan,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Heryadi juga menyampaikan apresiasi atas penguatan sumber daya manusia BPBD, menyusul dilantiknya 33 pegawai BPBD sebagai P3K paruh waktu. Ia berharap tambahan personel tersebut mampu meningkatkan kecepatan dan kualitas respons kebencanaan di lapangan.
Tak lupa, penghargaan juga disampaikan kepada para relawan kebencanaan yang selama ini menjadi garda terdepan dalam membantu penanganan berbagai kejadian darurat di wilayah Purwakarta.
“Harapan kami di tahun 2026 jumlah bencana bisa berkurang. Namun yang terpenting, kita semua harus tetap siap menghadapi segala kemungkinan,” pungkas Heryadi.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Staf Ahli Bupati Bidang SDM, Keuangan, dan Administrasi, Wahyu Wibisono, yang menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan peran BPBD. Ia menilai sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menekan risiko dan dampak bencana.
Apresiasi juga datang dari Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Purwakarta, Juddy Herdiana. Menurutnya, kinerja BPBD selama ini patut diapresiasi dan perlu terus ditingkatkan melalui koordinasi yang solid antarinstansi.
“BPBD sudah bekerja cukup baik dalam penanggulangan bencana. Ke depan, kualitas pelayanan dan koordinasi lintas sektor harus terus diperkuat demi keselamatan masyarakat,” ujarnya.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, rangkaian HUT ke-4 BPBD Kabupaten Purwakarta juga diisi dengan aksi donor darah bekerja sama dengan RSUD Bayu Asih, sekaligus menegaskan peran BPBD tidak hanya saat bencana, tetapi juga dalam aksi kemanusiaan. (Asy)










