CIREBON, AlexaNews.ID – Ratusan petani tebu dari wilayah Majalengka dan Indramayu mendatangi Gedung Graha Wiskarosa milik PG Rajawali II yang berlokasi di Kelurahan Sukapura, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon. Aksi tersebut digelar sebagai bentuk protes atas hak petani yang hingga kini dinilai belum diselesaikan secara tuntas.

Sekitar 200 petani yang tergabung dalam aliansi petani tebu turun langsung menyuarakan aspirasi mereka. Massa datang secara tertib dengan membawa tuntutan jelas terkait pembayaran hasil panen serta kejelasan pola kemitraan dengan pihak pabrik gula.

Aksi damai ini berada di bawah pengamanan aparat kepolisian. Petani menyampaikan aspirasi secara terbuka melalui orasi yang dipimpin oleh koordinator lapangan Didi Tarmidi dan tokoh petani Ustad Goni. Mereka menegaskan bahwa kedatangan ke Cirebon merupakan upaya terakhir agar suara petani benar-benar didengar oleh manajemen.

Menurut petani, persoalan utama yang dihadapi adalah keterlambatan pembayaran tebu yang telah dikirim ke PG Jatitujuh. Kondisi tersebut berdampak langsung pada perekonomian keluarga petani, terutama di tengah kebutuhan hidup yang terus berjalan.

Lima Tuntutan Krusial Petani Tebu

Dalam aksinya, petani menyampaikan lima poin tuntutan utama kepada manajemen PG Rajawali II, yakni:

  1. Mendesak pembayaran tebu yang telah dikirim namun belum diterima petani hingga saat ini.
  2. Meminta pertanggungjawaban perusahaan atas tebu yang telah ditebang maupun yang rusak akibat terbakar di lahan.
  3. Menuntut kepastian kompensasi bagi tebu yang belum tertebang serta tebu amparan yang belum diangkut ke pabrik.
  4. Meminta kejelasan rencana perusahaan terhadap kelangsungan petani pada musim tanam berikutnya.
  5. Menuntut keterbukaan sistem pembayaran dan skema hak petani jika kemitraan masih dilanjutkan.

Salah satu perwakilan petani mengungkapkan bahwa kondisi ini membuat petani berada dalam situasi sulit. “Tebu sudah kami kirim, tapi uangnya belum kami terima. Sementara kebutuhan rumah tangga tidak bisa ditunda,” ujarnya saat berorasi.

Hingga berita ini ditulis, perwakilan petani masih melakukan komunikasi dan upaya mediasi dengan pihak manajemen PG Rajawali II. Petani berharap pertemuan tersebut menghasilkan solusi nyata serta kesepakatan tertulis agar permasalahan serupa tidak kembali terulang.

Pantauan di lapangan menunjukkan situasi aksi berlangsung aman dan kondusif. Aktivitas lalu lintas di sekitar Gedung Graha Wiskarosa tetap berjalan lancar meski terjadi konsentrasi massa di lokasi. [Kirno]

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.