SERGAI, Alexanews.id – Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Serdang Bedagai memastikan proses keberangkatan jemaah haji tahun 2026 tetap berjalan sesuai jadwal meskipun kuota mengalami penurunan. Sebanyak 210 calon jemaah haji dipastikan akan diberangkatkan tahun ini.

Kepala Kemenhaj Sergai, H. Hasan Basri, menyampaikan bahwa tahapan awal keberangkatan haji direncanakan dimulai pada April 2026. Jemaah kloter pertama dijadwalkan masuk ke asrama haji pada 21 April 2026.

“Insyaallah proses keberangkatan dimulai bulan April. Mulai 21 April jemaah sudah masuk asrama haji, meskipun penempatan kloternya masih menunggu penetapan,” ujar Hasan Basri saat ditemui di kantornya di Kompleks Gedung Baznas Sergai, Kecamatan Sei Rampah, Sabtu (10/1/2026).

Ia menjelaskan, jemaah yang berangkat tahun 2026 merupakan pendaftar lama, yakni rentang Juni hingga Desember 2013, dengan masa tunggu rata-rata 12 hingga 13 tahun. Sementara itu, daftar tunggu haji di Sergai saat ini telah mencapai 25 hingga 26 tahun.

“Lama antrean sangat bergantung pada kuota nasional. Untuk tahun ini, yang berangkat adalah pendaftar 2013,” jelasnya.

Meski kuota berkurang, Kemenhaj Sergai mencatat jumlah jemaah yang telah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tahap pertama dan kedua mencapai sekitar 200 hingga 210 orang, termasuk jemaah cadangan. Jumlah tersebut menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 280 jemaah.

“Penurunan ini murni karena kuota. Tahun lalu lebih banyak,” kata Hasan Basri.

Ia menegaskan, layanan pendaftaran haji tetap dibuka setiap hari, dengan sistem setoran awal yang bisa dilakukan secara bertahap sesuai ketentuan. Selain itu, porsi haji juga dapat dilimpahkan kepada ahli waris apabila jemaah berhalangan berangkat.

“Pelimpahan porsi haji bisa kepada ahli waris sah seperti pasangan, anak kandung, orang tua, maupun saudara kandung. Semua sudah diatur regulasi,” terangnya.

Untuk pembatalan keberangkatan, Hasan Basri menambahkan bahwa setoran haji dapat ditarik kembali sesuai prosedur yang berlaku dan berdasarkan keputusan jemaah atau keluarga.

Selain layanan haji, Kemenhaj Sergai juga terus memberikan pelayanan administrasi, konsultasi pendaftaran, hingga pembatalan setiap hari kerja. Sementara untuk layanan umrah, pihaknya masih menunggu kebijakan lanjutan dari tingkat provinsi.

“Pelayanan tetap berjalan normal setiap hari. Untuk umrah, kami masih menunggu arahan kebijakan selanjutnya,” pungkasnya. (Sutrisno)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.