PURWAKARTA, AlexaNews.ID – Jalur menuju Bendungan Cirata selama ini dikenal bukan hanya karena panorama alamnya, tetapi juga nuansa religius yang melekat kuat. Sepanjang akses dari pintu gerbang hingga mendekati area bendungan, berjajar plang berisi 99 Asmaul Husna, nama-nama indah Allah SWT, yang menjadi ciri khas kawasan tersebut.

Namun, keindahan simbol religius itu kini mulai memudar. Sejumlah plang Asmaul Husna terlihat tidak terawat, dipenuhi debu dan kotoran, bahkan beberapa tulisannya sudah sulit terbaca. Kondisi ini disayangkan oleh warga yang kerap melintasi kawasan Bendungan Cirata, Purwakarta.

Menurut sebagian warga, perubahan kondisi tersebut diduga berkaitan dengan kebijakan pengelolaan di tingkat pimpinan. Pergantian kepemimpinan dinilai turut memengaruhi perhatian terhadap fasilitas bernilai spiritual yang sebelumnya menjadi kebanggaan kawasan Cirata.

Kang Aha, warga Purwakarta, mengenang masa ketika plang Asmaul Husna tersebut pertama kali dipasang. Ia menyebut, pada masa itu pimpinan BJB Cirata menunjukkan perhatian besar terhadap nilai religius dan estetika lingkungan. “Saat itu luar biasa perhatiannya. Tapi ya sudahlah, setiap pimpinan punya kebijakan masing-masing,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Saipul, warga Nagritengah, Purwakarta. Ia mengaku selalu merasakan ketenangan batin setiap melintasi jalur Cirata. Bahkan, ia kerap menyempatkan diri berhenti di musala yang berada di antara pintu gerbang dan bendungan untuk menunaikan salat.
“Entah karena Asmaul Husna atau suasananya, tapi setiap lewat Cirata hati terasa adem. Saya hampir selalu mampir salat, Dzuhur atau Ashar,” tuturnya saat ditemui di musala setempat.

Meski demikian, Saipul berharap plang Asmaul Husna tersebut kembali mendapatkan perhatian. Menurutnya, keberadaan tulisan suci itu bukan sekadar hiasan, melainkan simbol yang memberi ketenangan dan nilai spiritual bagi siapa pun yang melintas.

Kondisi plang Asmaul Husna yang mulai pudar ini pun diharapkan dapat menjadi perhatian pengelola, agar nilai religius yang telah lama melekat di kawasan Bendungan Cirata tetap terjaga dan lestari. [Asy]

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.