KARAWANG, AlexaNews.ID – Sudah lebih dari sepekan banjir mengepung Desa Sedari, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang. Air yang tak kunjung surut membuat ratusan warga bertahan dalam kondisi darurat, sementara sektor pertanian nyaris lumpuh. Kepala Desa Sedari, H. Bisri Mustofa, mendesak Kementerian Sosial (Kemensos) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) segera turun tangan menyelamatkan warga serta petani terdampak.
Genangan banjir merendam permukiman, akses jalan desa, hingga ratusan hektare lahan persawahan di Dusun Neglasari dan Dusun Jayasari. Kondisi tersebut dinilai semakin mengkhawatirkan karena air bertahan cukup lama dan berpotensi memicu krisis kesehatan serta kerugian ekonomi yang besar.
“Kondisi di lapangan sangat memprihatinkan. Air di permukiman cukup tinggi, bahkan di area sawah kedalamannya bisa mencapai dua meter,” kata H. Bisri Mustofa, saat dikonfirmasi, Sabtu (17/1)..
Ia menjelaskan, banjir kali ini menghantam lahan pertanian yang sebagian besar sudah memasuki masa panen. Akibatnya, petani terpaksa melakukan panen darurat di tengah genangan.
Para petani memanfaatkan rakit darurat berbahan terpal untuk mengangkut hasil panen. Namun, kualitas gabah menurun drastis karena terendam air terlalu lama, sehingga harga jual ikut anjlok.
“Biasanya gabah bisa dijual sekitar Rp750 ribu per kuintal, sekarang turun jadi Rp500 ribu. Kerugiannya sangat besar bagi petani,” ungkapnya.
H. Bisri mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten Karawang, termasuk kunjungan Wakil Bupati Karawang, H. Maslani, yang turun langsung meninjau lokasi terdampak. Meski begitu, ia menilai kondisi saat ini membutuhkan dukungan yang lebih luas dari pemerintah pusat.
“Kami berharap Kemensos dan BNPB segera hadir di Desa Sedari. Warga butuh bantuan pangan, selimut, serta obat-obatan untuk mencegah penyakit pascabanjir,” tegasnya.
Selain ancaman ekonomi, banjir berkepanjangan juga meningkatkan risiko kesehatan, seperti gatal-gatal, diare, dan infeksi saluran pernapasan. Pemerintah desa terus melakukan pemantauan cuaca serta berkoordinasi dengan instansi terkait agar penanganan banjir menjadi prioritas.
H. Bisri berharap curah hujan segera menurun dan ada intervensi cepat dari pemerintah agar warga Dusun Neglasari dan Jayasari bisa kembali beraktivitas normal tanpa dibayangi kerugian berkepanjangan.
“Kami akan terus mendorong agar penanganan banjir di Sedari tidak berlarut-larut, demi keselamatan warga dan keberlangsungan ekonomi petani,” pungkasnya. [Ega Nugraha]










