CIREBON, AlexaNews.ID – Hujan deras yang mengguyur wilayah pantura dalam beberapa hari terakhir berdampak serius terhadap operasional kereta api. Genangan air dilaporkan semakin meluas di sejumlah lintasan, mulai dari wilayah Daop 4 Semarang hingga merembet ke area Daop 1 Jakarta, sehingga perjalanan kereta yang melintas Cirebon ikut terdampak.
Pantauan petugas di lapangan pada Minggu (18/1) menunjukkan ketinggian air di petak jalan antara Stasiun Pekalongan–Stasiun Sragi kembali meningkat. Curah hujan tinggi membuat kondisi badan rel di jalur utara tidak stabil dan berisiko bagi perjalanan kereta api.
Tak hanya di Jawa Tengah, gangguan juga terjadi di wilayah Daop 1 Jakarta. Genangan air terlihat di beberapa titik penting seperti Stasiun Kampung Bandan, Stasiun Jakarta Gudang, Stasiun Jakarta Kota, serta jalur penghubung Jakarta Kota–Tanjung Priok yang ikut terendam.
Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan keselamatan menjadi pertimbangan utama sebelum kereta diizinkan melintas. KAI terus melakukan pemeriksaan prasarana dan pemantauan kondisi lintasan secara intensif demi menghindari risiko kecelakaan.
“Keamanan perjalanan kereta dan penumpang adalah prioritas kami. Setiap jalur yang terdampak banjir harus dipastikan benar-benar aman sebelum dilalui,” ujarnya.
Akibat kondisi tersebut, KAI menerapkan rekayasa operasi besar-besaran. Hingga pukul 08.00 WIB, tercatat 28 perjalanan kereta api yang melintas wilayah Daop 3 Cirebon terpaksa dibatalkan karena lintasan belum memungkinkan untuk dilalui.
Sejumlah kereta yang dibatalkan di antaranya KA Argo Bromo Anggrek, KA Argo Sindoro, KA Argo Muria, KA Brantas, KA Matarmaja, KA Kaligung, KA Tegal Bahari, KA Ciremai, serta beberapa perjalanan tambahan lainnya.
Selain pembatalan, KAI juga mengalihkan rute sejumlah kereta. KA Pandalungan, KA Jayabaya, dan KA Sembrani diputar melalui jalur selatan via Kroya–Solo Balapan guna menghindari area banjir di lintas utara.
Untuk melindungi hak pelanggan, KAI memberikan pengembalian dana tiket hingga 100 persen bagi penumpang yang terdampak pembatalan maupun yang memilih tidak melanjutkan perjalanan akibat perubahan rute.
Proses refund dapat dilakukan maksimal tujuh hari sejak jadwal keberangkatan. Layanan tersedia di loket stasiun maupun melalui Contact Center 121, termasuk fitur VOIP pada aplikasi Access by KAI.
“Kami mohon maaf atas gangguan perjalanan ini. Petugas prasarana terus bekerja melakukan normalisasi jalur dan penguatan badan rel agar operasional kereta api dapat kembali berjalan normal secepatnya,” tutup Muhibbuddin. [Kirno]










