KARAWANG, AlexaNews.ID – Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Karawang, Joen SH MH, menyampaikan keberatannya atas pernyataan Kepala Desa Baturaden, Kecamatan Batujaya, Karawang, Rano Karno, yang dinilai berpotensi merendahkan profesi jurnalis. Hal itu bermula dari komunikasi pribadi lewat sambungan WhatsApp diduga nomor milik kades saat Joen berupaya melakukan konfirmasi pemberitaan agar informasi yang dimuat media tetap berimbang.
Joen menjelaskan, komunikasi tersebut awalnya bertujuan menjalin silaturahmi sekaligus meminta klarifikasi atas sebuah isu yang berkaitan dengan pemerintahan desa. Namun dalam percakapan, muncul ungkapan dari pihak kepala desa yang menyinggung soal wartawan dan uang, yang menurut Joen kurang pantas jika dilontarkan kepada insan pers.
“Kalimat yang disampaikan terkesan menggiring opini bahwa wartawan datang hanya saat ada anggaran atau uang. Padahal maksud saya menghubungi beliau murni untuk kepentingan konfirmasi berita agar tidak sepihak,” ujar Joen, Minggu (18/1/2026).
Ia menegaskan, fungsi jurnalis adalah mencari dan menyajikan fakta, bukan berorientasi pada kepentingan materi. Karena itu, Joen menilai pernyataan tersebut berpotensi mencederai marwah profesi wartawan yang selama ini bekerja berdasarkan kode etik jurnalistik.
Menurut Joen, komunikasi yang sehat antara pemerintah desa dan media justru penting dibangun agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat. Wartawan, kata dia, hadir untuk menyampaikan informasi secara objektif, sekaligus menjadi jembatan antara publik dan pejabat.
“Kalau komunikasi dibangun dengan baik, maka pemberitaan juga akan lebih berimbang. Saya hanya ingin memastikan informasi yang keluar tidak merugikan siapa pun,” katanya.
Joen berharap, ke depan para pejabat publik, termasuk kepala desa, lebih bijak dalam berkomunikasi dengan insan pers. Sikap saling menghargai dinilai menjadi kunci terciptanya hubungan harmonis antara pemerintah dan media di Karawang.
Ia juga menekankan bahwa IWO Karawang berkomitmen menjaga profesionalisme anggotanya sekaligus mendorong etika komunikasi yang sehat demi terciptanya iklim pers yang positif dan edukatif bagi masyarakat. [Lan]










