KARAWANG, AlexaNews.ID – Kinerja Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Cibuaya menjadi sorotan publik. Pasalnya, saat ratusan hektare pesawahan terendam banjir, pimpinan UPTD tersebut diduga jarang turun langsung ke lapangan dan hanya mengandalkan laporan dari petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).
Padahal sebelumnya, Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh telah mewanti-wanti seluruh pejabat di lingkungan Pemkab Karawang agar responsif dan hadir langsung di tengah masyarakat ketika terjadi bencana, termasuk saat banjir yang melanda sektor pertanian.
Kondisi ini dinilai berbanding terbalik dengan langkah cepat yang dilakukan pemerintah daerah. Beberapa hari lalu, Wakil Bupati Karawang H. Maslani bersama Camat Cibuaya turun langsung meninjau sejumlah titik banjir di wilayah Kecamatan Cibuaya yang merendam pemukiman dan areal pertanian.
Diketahui, curah hujan tinggi menyebabkan genangan air meluas di Kecamatan Cibuaya. Salah satu wilayah yang terdampak cukup parah adalah Desa Kalidungjaya. Di desa tersebut, sawah warga terendam tepat saat memasuki masa panen, sehingga berpotensi menimbulkan kerugian besar bagi petani.
Kepala Desa Kalidungjaya, Warsan Hermawan, mengaku setiap hari turun ke lokasi sawah yang tergenang untuk memastikan kondisi warganya. Namun, ia menilai kehadiran pimpinan UPTD Pertanian belum terlihat secara langsung.
“Kalau saya tiap hari ke lokasi. Untuk dari dinas pertanian kecamatan, yang datang hanya petugas PPL beberapa kali. Kalau dari UPTD sendiri belum ada. Komunikasi lewat HP sudah, tapi turun langsung belum,” kata Warsan.
Sementara itu, Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Cibuaya, Wahid, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pendataan luasan sawah terdampak, pengajuan bantuan, pendataan AUTP, serta koordinasi dengan Bulog.
“Survey sudah dilakukan Pak Ahmad. Data luasan terdampak banjir, pengajuan bantuan, termasuk AUTP sudah masuk. Kami juga koordinasi dengan Bulog, gabah basah di Desa Kalidungjaya sudah mulai dibeli Bulog sesuai harga HPP pemerintah,” tulis Wahid.
Namun ketika ditanya apakah dirinya sudah turun langsung ke lokasi pesawahan yang terendam banjir, hingga berita ini diterbitkan, Wahid belum memberikan jawaban lanjutan.
Sorotan juga datang dari kalangan pemuda setempat. Azka Ahmad, pemuda Kecamatan Cibuaya, menyayangkan sikap Kepala UPTD Pertanian yang dinilai kurang maksimal dalam penanganan di lapangan.
“Harusnya jangan hanya menyuruh petugas. Kepala UPTD juga wajib turun langsung ke beberapa titik sawah yang terendam supaya petani merasa diperhatikan,” tegas Azka.
Ia menilai kinerja tersebut kontras dengan langkah Bupati Karawang dan Wakil Bupati Karawang yang selama ini dikenal aktif hadir di tengah masyarakat. Salah satunya saat Wakil Bupati H. Maslani bersama Camat Cibuaya meninjau langsung lokasi banjir beberapa hari lalu.
Dengan kondisi sawah yang tergenang saat musim panen, warga berharap seluruh unsur pemerintah, khususnya UPTD Pertanian, lebih sigap, responsif, dan hadir langsung untuk memastikan penanganan berjalan maksimal serta kerugian petani bisa ditekan. [Ahmad Saleh]










