CIREBON, AlexaNews.ID — Media sosial kembali diramaikan oleh beredarnya sebuah video yang diduga menampilkan aktivitas pesta komunitas LGBT di salah satu tempat hiburan malam (THM) di wilayah Kabupaten Cirebon. Video tersebut cepat menyebar dan memicu reaksi keras dari berbagai kalangan masyarakat.
Dalam rekaman yang viral, terlihat sejumlah pria berjoget mengikuti alunan musik di atas panggung. Beberapa di antaranya tampak menari berpasangan sesama jenis dengan gaya yang dinilai tidak sesuai norma sosial yang berlaku di lingkungan masyarakat Cirebon.
Tak hanya itu, beredar pula materi promosi acara di platform media sosial yang menampilkan visual dua pria dengan busana menyerupai pakaian wanita. Konten tersebut langsung menuai kecaman karena dianggap bertentangan dengan nilai budaya dan religius yang selama ini melekat pada identitas Cirebon.
Menanggapi hal tersebut, tokoh masyarakat sekaligus pengamat hukum Kabupaten Cirebon, Qoribullah, menyatakan keprihatinannya atas dugaan aktivitas yang dilakukan secara terbuka di ruang publik.
“Jika benar video itu menggambarkan adanya pesta LGBT yang dilakukan secara terbuka, tentu ini sangat memprihatinkan. Cirebon memiliki nilai religius dan kearifan lokal yang harus dijaga bersama,” ujar Qoribullah, Kamis (22/1/2026).
Ia meminta pemerintah daerah dan aparat penegak hukum tidak mengabaikan keresahan warga. Menurutnya, setiap aktivitas hiburan harus tetap berada dalam koridor aturan, etika, dan ketertiban umum.
“Perlu ada klarifikasi dan penyelidikan dari pihak terkait agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan di tengah masyarakat,” tegasnya.
Selain itu, Qoribullah juga mengajak tokoh agama, ulama, serta pimpinan pondok pesantren untuk ikut berperan menjaga kondusivitas sosial. Ia menilai persoalan ini bukan semata soal viral di media sosial, melainkan menyangkut ketertiban umum dan citra daerah.
“Ini bukan sekadar isu medsos, tapi berkaitan dengan ketenangan sosial dan jati diri Kabupaten Cirebon,” pungkasnya. [Kirno]










