CIREBON, AlexaNews.ID – Perkembangan media digital menuntut wartawan tidak hanya mahir menulis, tetapi juga paham cara kerja mesin pencari. Menjawab tantangan itu, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Cirebon menggelar sesi sharing bertema optimalisasi Search Engine Optimization (SEO) guna meningkatkan traffic media sekaligus kesejahteraan jurnalis.

Dalam kegiatan tersebut, peserta dibekali pemahaman bagaimana artikel bisa terindeks dengan baik di Google dan mudah ditemukan pembaca. SEO dinilai menjadi kunci agar karya jurnalistik tidak tenggelam di tengah banjir informasi digital.

Materi yang disampaikan menekankan bahwa posisi berita di mesin pencari sangat berpengaruh terhadap jumlah kunjungan pembaca. Semakin tinggi traffic, semakin besar pula peluang pendapatan media melalui Google Adsense.

“Kalau website sudah monetisasi Adsense, maka traffic adalah kunci. Semakin banyak pembaca, semakin besar nilai yang ditransfer Google ke rekening teman-teman setiap bulan,” kata M. Alif Santosa, Ketua PWI Kota Cirebon, dalam forum tersebut.

Ia mencontohkan bagaimana satu artikel yang dioptimasi dengan baik mampu mendatangkan jutaan pembaca. Topik seperti “Gunung Padang” bahkan bisa menembus dua juta kunjungan, jauh lebih bernilai dibanding menulis banyak berita tanpa pembaca.

Dalam praktik jurnalistik digital, wartawan kini dihadapkan pada dua audiens sekaligus, yakni manusia dan mesin pencari. Agar “disukai” Google, penempatan kata kunci atau keyword menjadi faktor utama.

Beberapa prinsip SEO yang ditekankan antara lain menggunakan kata yang lazim diketik masyarakat saat mencari informasi, menghindari istilah rumit, serta memilih keyword dua hingga tiga kata agar lebih spesifik dan mudah dilacak mesin pencari.

Selain itu, wartawan juga diarahkan memilih kata yang relevan dengan isu yang sedang hangat sehingga artikel memiliki peluang besar muncul di halaman pencarian utama.

Melalui kegiatan ini, PWI Kota Cirebon berharap para jurnalis mampu mengubah pola produksi konten. SEO tidak dimaknai sebagai pengorbanan kualitas jurnalistik, melainkan sebagai jembatan agar berita sampai kepada pembaca yang tepat.

“Mari maksimalkan SEO. Jangan sampai kita menulis banyak, tapi tidak muncul di pencarian karena belum mengikuti aturan main mesin pencari,” tutupnya. [Kirno]

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.