KARAWANG – Hujan deras yang mengguyur wilayah Karawang sejak dini hari hingga Kamis pagi (29/1/2026) memicu ambruknya sebuah rumah warga di Lingkungan Krajan RT 05 RW 01, Kelurahan Plawad, Kecamatan Karawang Timur. Bangunan milik Mimin (58) itu roboh sekitar pukul 06.55 WIB akibat struktur yang tak mampu menahan terjangan cuaca ekstrem.
Peristiwa tersebut sempat membuat panik warga sekitar. Pasalnya, saat kejadian pemilik rumah bersama anaknya masih berada di dalam bangunan. Beruntung, keduanya berhasil menyelamatkan diri sehingga tidak ada korban jiwa maupun luka-luka.
Mendapat laporan dari masyarakat, Lurah Plawad Nabiyil Anzal Diaswara, S.Tr.IP., MA langsung turun ke lokasi untuk memastikan kondisi korban dan lingkungan sekitar. Ia didampingi unsur TNI-Polri, Ketua RW, BPBD, serta Ketua RT setempat guna melakukan pendataan awal.
Di lokasi kejadian, anak korban, Ryo (28), menceritakan detik-detik robohnya rumah yang terjadi secara perlahan sebelum akhirnya ambruk total.
“Bagian belakang dulu yang runtuh, setelah itu menyusul ke depan. Waktu itu saya dan ibu masih di dalam. Alhamdulillah kami bisa keluar dan tidak ada yang terluka,” tutur Ryo dengan nada haru.
Ryo berharap adanya perhatian dari pemerintah dan pihak terkait agar keluarganya dapat kembali memiliki tempat tinggal yang aman dan layak.
“Kami berharap ada bantuan supaya bisa punya rumah yang bisa dihuni lagi,” ucapnya.
Sementara itu, Lurah Plawad Nabiyil Anzal Diaswara menjelaskan bahwa secara kondisi bangunan, rumah tersebut sebenarnya berpotensi masuk program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Namun, terdapat kendala pada status lahan.
“Setelah kami cek, lahan tempat berdirinya rumah ini merupakan tanah PJT, bukan tanah milik pribadi. Jadi penggunaan anggaran pemerintah harus mengikuti regulasi yang ada,” jelas Nabiyil.
Untuk penanganan awal, pihak kelurahan memberikan bantuan logistik kepada korban. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan RT dan RW guna mengupayakan perbaikan secara gotong royong atau swadaya masyarakat.
“Untuk sementara kami bantu kebutuhan dasar. Ke depan kami akan berkoordinasi agar bisa dilakukan renovasi secara swadaya,” tambahnya.
Di tengah cuaca ekstrem yang masih melanda Karawang, Lurah Plawad juga mengingatkan warga agar lebih waspada terhadap potensi bencana.
“Jika hujan deras, warga sebaiknya mengantisipasi dengan evakuasi mandiri, mengamankan dokumen penting dan barang berharga agar risiko kerugian bisa diminimalkan,” imbaunya.
Peristiwa robohnya rumah warga Plawad ini menjadi pengingat bahwa musim hujan masih menyimpan potensi bahaya. Kesiapsiagaan warga serta sinergi pemerintah dan masyarakat dinilai penting untuk mengurangi dampak bencana di lingkungan permukiman. (Yopie Iskandar)










