BEKASI, AlexaNews.ID – Banjir kembali merendam pemukiman warga di Desa Bojongsari, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jumat (30/1/2026). Luapan Sungai Cibeet ini menjadi banjir ketiga kalinya dalam waktu berdekatan, membuat warga kelelahan secara fisik maupun mental.
Salah satu warga Bojongsari, Ayun (56), mengaku pasrah sekaligus kesal karena air kembali masuk ke dalam rumahnya tak lama setelah ia selesai membersihkan sisa banjir sebelumnya.
“Sudah tiga kali banjir. Baru saja beres bersih-bersih rumah, malah banjir lagi. Sudah capek sebenarnya,” keluh Ayun saat ditemui di lokasi.
Menurut Ayun, banjir hampir selalu datang setiap musim hujan. Ia berharap pemerintah daerah tidak hanya fokus pada penanganan darurat, tetapi juga memberikan solusi jangka panjang agar musibah serupa tidak terus berulang.
“Banjir ini bukan sekali dua kali kalau musim hujan. Saya minta ada solusi supaya ada perubahan, jangan sampai terulang terus seperti ini,” ujarnya.
Meningkatnya debit air Sungai Cibeet memaksa ratusan warga meninggalkan rumah dan mengungsi ke tempat yang lebih aman. Fasilitas pemerintah setempat pun mulai dipenuhi para pengungsi.
Anggota Satpol PP Kecamatan Kedungwaringin, Naman Abdul Rachman, menyebut jumlah pengungsi terus bertambah seiring naiknya permukaan air.
“Pengungsi saat ini sekitar 500 orang. Karena kantor kecamatan sudah penuh, pengungsi tambahan kami arahkan ke Aula Gedung PGRI,” jelas Naman.
Ia mengatakan pemerintah kecamatan bersama unsur Forkopimcam telah menyiagakan personel untuk membantu proses evakuasi serta memastikan kebutuhan dasar warga terdampak dapat terpenuhi.
“Upaya kami saat ini adalah memastikan warga sampai ke lokasi pengungsian yang telah disediakan. Kami juga menyiapkan dua dapur umum untuk memenuhi kebutuhan logistik warga,” katanya.
Forkopimcam Kedungwaringin terus berupaya memberikan pelayanan bagi para pengungsi, termasuk koordinasi distribusi bantuan dan pemantauan kondisi di lapangan.
Hingga berita ini diturunkan, air Sungai Cibeet dilaporkan masih mengalir deras ke sejumlah pemukiman warga. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air susulan mengingat curah hujan yang masih tinggi di wilayah tersebut. [Wnd]










