CIREBON, AlexaNews.ID – Suasana sore hari selama bulan Ramadan dimanfaatkan warga di Cirebon untuk menunggu waktu berbuka puasa dengan berbagai cara. Salah satu lokasi favorit yang ramai dikunjungi adalah Situs Sunan Kalijaga, kawasan religi yang dikenal sejuk dan sarat nilai sejarah.

Berbeda dari tempat hiburan modern, kawasan ini justru dipadati pengunjung yang mencari ketenangan. Pepohonan besar yang menjulang tinggi menciptakan suasana rindang, sementara keberadaan monyet ekor panjang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung, khususnya anak-anak.

Berlokasi di wilayah Harjamukti, Cirebon, situs ini mulai dipenuhi warga sejak pukul 16.00 WIB. Banyak masyarakat datang untuk sekadar duduk santai, menikmati udara segar, hingga menunggu azan Maghrib berkumandang.

Tak hanya warga lokal, pengunjung dari luar kota juga terlihat memadati area tersebut. Mereka sengaja datang untuk merasakan atmosfer religius di petilasan Sunan Kalijaga, salah satu tokoh penyebar Islam di tanah Jawa yang dihormati hingga kini.

Selain berwisata religi, banyak keluarga memanfaatkan momen ngabuburit dengan mengajak anak-anak melihat langsung kehidupan monyet yang hidup bebas di kawasan itu. Meski liar, satwa tersebut cenderung tidak agresif selama tidak diganggu pengunjung.

Sebagian pengunjung lainnya memilih berziarah dan memanjatkan doa. Aktivitas ini menjadi bagian dari refleksi spiritual, terutama di bulan suci Ramadan yang identik dengan peningkatan ibadah.

Di sepanjang akses masuk, pedagang kaki lima juga meramaikan suasana dengan menjual berbagai menu berbuka puasa. Aneka jajanan seperti kolak, gorengan, hingga minuman segar tersedia dengan harga terjangkau, menambah daya tarik kawasan tersebut.

Padil, salah satu pengunjung asal Sumber, mengaku sengaja datang bersama keluarganya. “Kami pilih ngabuburit di sini karena udaranya sejuk dan anak-anak bisa belajar sejarah. Tempatnya juga nyaman dan tidak perlu biaya mahal,” ujarnya.

Pengunjung lain, Dewi, juga merasakan hal serupa. Ia datang bersama anak-anaknya untuk menghabiskan waktu sore dengan suasana berbeda. “Lebih enak di sini, santai sambil menunggu waktu berbuka. Suasananya tenang dibandingkan pusat perbelanjaan,” katanya.

Situs ini pun menjadi alternatif ngabuburit yang memadukan wisata alam dan religi dalam satu lokasi. Pengunjung diimbau tetap menjaga kebersihan dan tidak sembarangan memberi makan satwa, agar kelestarian kawasan tetap terjaga. (Kirno)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.