PURWAKARTA, AlexaNews.ID – Wakil Bupati Purwakarta Ijo Hapidin atau yang akrab disapa Bang Ijo akhirnya angkat bicara terkait polemik yang mencuat antara dirinya dan Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein (Om Zein). Ia menegaskan, selama ini dirinya tetap berusaha menjalankan peran sesuai porsi dan kewenangan yang diberikan.

Dalam unggahan terbaru di akun TikTok miliknya, Bang Ijo menyampaikan bahwa hubungan dirinya dengan Bupati Purwakarta sejauh ini tetap berjalan baik. Ia menilai dinamika yang muncul di ruang publik tidak perlu dibesar-besarkan.

“Saya bekerja sesuai tugas dan fungsi sebagai wakil bupati. Selama satu tahun ini saya menempatkan diri siap diperintah dan menjalankan amanah,” ujar Bang Ijo, menggunakan Bahasa Sunda, dikutip AlexaNews, Jumat (27/02/2026).

Ia menjelaskan, sejak awal dilantik, dirinya berkomitmen untuk menghormati kepemimpinan Bupati. Bang Ijo juga mengaku tidak pernah menuntut proyek, jabatan, ataupun kewenangan tertentu.

“Saya tidak pernah meminta proyek atau posisi tertentu. Komitmen saya sejak awal adalah saling menghargai dan mendukung demi Purwakarta,” katanya.

Namun demikian, Bang Ijo secara terbuka mengungkapkan bahwa selama menjabat, dirinya merasa belum banyak dilibatkan dalam pengambilan keputusan strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purwakarta.

“Sejak awal sampai sekarang, saya belum banyak dilibatkan. Harapan saya sederhana, dilibatkan dalam diskusi dan perencanaan agar bisa memberi masukan demi kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.

Ia menilai, keterlibatan wakil kepala daerah penting agar roda pemerintahan berjalan lebih efektif dan beban pimpinan dapat terbagi secara proporsional.

Bang Ijo pun menanggapi anggapan yang menyebut posisi wakil bupati hanya sebagai “ban serep”. Menurutnya, selama satu tahun terakhir, berbagai komentar tersebut ia pendam dan tidak pernah dijadikan polemik.

“Kalau ada yang bilang wakil itu hanya pelengkap, saya tidak mempermasalahkan. Saya memilih bekerja dan bersabar,” tegasnya.

Pernyataan Bang Ijo mencuat setelah ia menanggapi unggahan di media sosial yang membahas tingkat kepuasan masyarakat terhadap kepemimpinan daerah. Dalam unggahan tersebut, disebutkan angka kepuasan publik berada di kisaran 35 persen.

Angka itu, kata Bang Ijo, menjadi perhatian serius. Ia merasa perlu menyampaikan pandangannya secara jujur sebagai bentuk tanggung jawab moral.

“Kalau memang kepuasan masyarakat masih 35 persen, ini harus jadi bahan evaluasi bersama. Saya mengingatkan sebagai saudara dan sebagai wakil bupati, mari kita benahi bersama,” ujarnya.

Meski demikian, Bang Ijo memastikan tidak ada konflik personal dengan Bupati Purwakarta. Ia menyebut komunikasi tetap terjalin dengan baik, termasuk melalui percakapan pribadi.

“Tidak ada saling blokir atau bermusuhan. Hubungan kami tetap baik,” katanya.

Bang Ijo mengakui dalam satu tahun kepemimpinan tentu ada kekurangan. Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat jika masih terdapat hal-hal yang belum maksimal.

“Kalau ada kegagalan atau kekurangan selama satu tahun ini, saya mohon maaf. Mudah-mudahan ini jadi evaluasi agar ke depan lebih baik,” tuturnya.

Ia berharap tingkat kepercayaan dan kepuasan masyarakat terhadap kepemimpinan daerah bisa meningkat di tahun-tahun berikutnya.

Menurutnya, salah satu kunci perbaikan adalah komunikasi yang lebih intens dan pembagian tugas yang lebih jelas antara bupati dan wakil bupati.

Bang Ijo juga menyatakan kesiapannya untuk diberi tugas yang lebih konkret agar bisa membantu menjawab berbagai pertanyaan masyarakat, termasuk dari kalangan netizen dan wartawan.

“Ke depan, kalau ada pertanyaan soal infrastruktur, anggaran dipakai untuk apa, program pendidikan seperti apa, kesejahteraan bagaimana, saya ingin bisa ikut menjelaskan. Jangan semua pertanyaan diarahkan ke bupati, itu tidak etis,” katanya.

Ia menilai, sebagai wakil kepala daerah, dirinya seharusnya dapat turut meringankan beban pimpinan dengan menjawab isu-isu publik secara langsung.

“Kalau memang perlu saya lebih aktif, lebih banyak bicara, saya siap. Tugas apa pun saya siap jalankan,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Bang Ijo kembali menegaskan bahwa tidak ada persoalan pribadi dengan Bupati Purwakarta. Ia hanya berharap dinamika ini bisa menjadi momentum perbaikan bersama demi kepentingan masyarakat.

“Saya hanya minta doa agar kami bisa bekerja lebih baik lagi untuk Purwakarta,” pungkasnya. (Ega Nugraha)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.