CIREBON, alexanews.id – Menjelang arus mudik Lebaran 2026, Polres Cirebon Kota mulai menyiapkan langkah pengamanan dengan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Operasi Ketupat Lodaya 2026.
Rakor tersebut digelar di Aula Catur Prasetya Mapolres Cirebon Kota, Jumat (6/3/2026), dan dihadiri unsur Forkopimda, pejabat utama Polres, serta perwakilan instansi yang berkaitan dengan pengaturan transportasi dan pelayanan publik.
Pertemuan ini bertujuan menyatukan strategi pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran agar berjalan aman dan lancar.
Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengatakan operasi pengamanan Lebaran akan melibatkan personel gabungan dari berbagai instansi.
“Operasi Ketupat Lodaya digelar untuk memastikan keamanan dan kelancaran masyarakat selama periode mudik hingga arus balik Lebaran,” kata Aris.
Menurutnya, wilayah hukum Polres Cirebon Kota menjadi salah satu jalur strategis yang kerap dilintasi pemudik dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah maupun sebaliknya.
Karena itu, pengamanan dan pengaturan lalu lintas perlu dipersiapkan secara matang agar tidak terjadi kemacetan maupun gangguan keamanan.
Operasi Ketupat Lodaya 2026 dijadwalkan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.
Dalam operasi tersebut, kepolisian akan mendirikan sejumlah Pos Pengamanan (Pospam) dan Pos Pelayanan (Posyan) di beberapa titik strategis.
Pos pengamanan akan difungsikan untuk pengaturan lalu lintas serta pengawasan jalur utama yang diperkirakan mengalami lonjakan kendaraan. Sementara pos pelayanan disiapkan untuk memberikan layanan kepada pemudik, seperti tempat istirahat, bantuan medis, dan pusat informasi perjalanan.
Selain jalur mudik, pengamanan juga akan difokuskan pada sejumlah lokasi lain seperti kawasan permukiman yang ditinggal pemiliknya, tempat ibadah, hingga objek wisata yang biasanya ramai saat libur Lebaran.
Kabag Ops Polres Cirebon Kota Kompol Munawan mengatakan pihaknya juga menyiapkan langkah lanjutan setelah operasi selesai.
“Setelah Operasi Ketupat berakhir, kami akan melanjutkan dengan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) untuk mengantisipasi sisa arus balik maupun potensi gangguan kamtibmas pasca-Lebaran,” ujarnya. (Kirno)










