CIREBON, alexanews.id – Suasana menjelang Hari Raya Idul Fitri kian terasa di berbagai sudut Kota Cirebon. Memasuki H-1 Lebaran, aktivitas masyarakat meningkat tajam, terutama di pasar tradisional dan lapak pedagang musiman yang menjajakan perlengkapan khas hari raya.
Salah satu yang paling diburu warga adalah janur kuning dan anyaman selongsong ketupat. Kedua bahan ini menjadi elemen penting dalam tradisi kuliner Lebaran yang masih dijaga hingga kini.
Di sisi lain, kesibukan juga terlihat di dapur-dapur rumah warga. Beragam hidangan mulai dipersiapkan sejak pagi, dengan opor ayam menjadi menu utama yang hampir selalu hadir saat Idul Fitri.
Yanti (45), warga setempat, mengaku sengaja berburu ketupat sehari sebelum Lebaran sebagai bagian dari persiapan menyambut keluarga dan tamu.
“Saya memang sengaja beli ketupat hari ini untuk dimasak besok. Opor ayam sudah jadi tradisi di keluarga kami setiap Lebaran,” ujarnya.
Ia menambahkan, menyajikan hidangan khas seperti opor ayam bukan sekadar kebiasaan, tetapi juga bentuk kebahagiaan dalam menyambut momen silaturahmi bersama keluarga besar.
Lonjakan permintaan ketupat ini turut membawa berkah bagi para pedagang musiman. Nani (40), penjual janur kuning, terlihat sibuk melayani pembeli yang terus berdatangan tanpa henti.
“Alhamdulillah, setiap tahun menjelang Lebaran pasti ramai. Ketupat selalu dicari warga,” kata Nani.
Menurutnya, meski harus merangkai janur sejak dini hari, hasil yang didapat jauh lebih baik dibandingkan hari biasa. Bahkan, penjualan diperkirakan masih akan terus meningkat hingga sore hari menjelang malam takbiran. (Kirno)










