KARAWANG, alexanews.id – Dugaan kasus asusila kembali mencoreng dunia pendidikan di Kabupaten Karawang. Seorang guru berstatus ASN P3K di SMA Negeri 1 Cibuaya berinisial KN diduga melakukan tindakan tidak pantas terhadap siswi kelas XI berinisial AS.
Informasi yang beredar menyebutkan, peristiwa tersebut diduga terjadi di salah satu hotel di wilayah Karawang. Dugaan ini diperkuat oleh pengakuan korban serta bukti percakapan melalui aplikasi WhatsApp yang kini menjadi sorotan.
Kasus ini langsung memicu keresahan di kalangan orang tua siswa dan masyarakat sekitar. Banyak pihak menilai kejadian tersebut mencederai kepercayaan terhadap dunia pendidikan yang seharusnya menjadi tempat aman bagi peserta didik.
Orang tua korban membenarkan kejadian yang menimpa anaknya. Mereka mengungkapkan bahwa kondisi psikologis korban saat ini masih terguncang dan belum stabil.
Korban disebut mengalami trauma mendalam, sering menangis, serta cenderung menutup diri dari lingkungan, termasuk keluarga terdekat. Situasi ini membuat pihak keluarga semakin terpukul dan berharap adanya keadilan.
Selain itu, korban juga dikabarkan telah mengakui adanya hubungan dengan oknum guru tersebut. Pengakuan tersebut menjadi salah satu dasar bagi keluarga untuk mengambil langkah hukum.
“Kondisi korban masih trauma, sering menangis dan mengurung diri. Kami akan melanjutkan kasus ini ke proses hukum,” ujar salah satu anggota keluarga korban, Rabu 8 April 2026.
Keluarga memastikan akan melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian. Langkah tersebut diambil sebagai upaya mencari keadilan sekaligus memberikan efek jera kepada pelaku.
Di sisi lain, pihak sekolah menyampaikan bahwa guru yang bersangkutan sudah tidak hadir selama dua hari terakhir. Ketidakhadiran tersebut semakin menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat.
Saat keluarga korban mendatangi sekolah, pihak manajemen disebut meminta waktu untuk melakukan komunikasi dan koordinasi internal sebelum memberikan keterangan resmi.
Hingga berita ini ditulis, kepala sekolah maupun pihak humas belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi yang dilakukan melalui sambungan telepon maupun pesan WhatsApp.
Kasus ini kini menjadi perhatian publik. Masyarakat berharap adanya transparansi serta penanganan tegas dari pihak sekolah dan aparat penegak hukum.
Penanganan yang cepat dan tepat dinilai penting untuk menjaga keamanan lingkungan pendidikan serta memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi sekolah. (Yaris)









