KARAWANG, Alexanews.id – Proyek pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) POS PAUD Bahrul Ilmi di Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, menjadi sorotan.

Proyek senilai Rp189.595.000 yang bersumber dari APBD Kabupaten Karawang Tahun Anggaran 2026 itu dipertanyakan terkait pengawasan, keselamatan pekerja, dan kesesuaian spesifikasi teknis.

Berdasarkan pantauan awak media pada Minggu (18/10/2026), sejumlah pekerja terlihat melakukan aktivitas pembangunan tanpa menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lokasi proyek.

Selain itu, pekerjaan penggalian pondasi yang diperkirakan memiliki kedalaman sekitar 30 sentimeter turut menjadi perhatian.

Pekerjaan pembesian dan proses pengadukan beton secara manual juga perlu diperiksa untuk memastikan kesesuaiannya dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB), gambar kerja, dan spesifikasi teknis.

Meski demikian, dugaan ketidaksesuaian tersebut perlu dibuktikan melalui pemeriksaan teknis oleh pihak yang berwenang.

Proyek ini dikerjakan oleh CV Bintang Barat Perkasa dengan masa pelaksanaan 90 hari kalender. Nomor kontraknya tercatat 000.3/02/SPK/RKB.03.39/SARPRAS/IX/2026.

Dengan nilai anggaran hampir Rp190 juta, pengawasan proyek seharusnya dilakukan secara serius.

Dinas terkait tidak boleh hanya mengandalkan laporan administrasi, tetapi perlu memastikan kondisi pekerjaan di lapangan sesuai dengan ketentuan.

Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku khawatir terhadap kualitas bangunan jika pekerjaan tidak sesuai spesifikasi.

“Kami berharap pekerjaan ini diperiksa dengan benar. Jangan sampai bangunan baru selesai, tetapi kualitasnya tidak sesuai harapan. Ini fasilitas pendidikan untuk anak-anak,” ujarnya.

Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang diminta turun langsung untuk memeriksa pekerjaan pondasi, pembesian, mutu beton, serta penerapan keselamatan kerja.

Jika ditemukan ketidaksesuaian, pihak pelaksana harus diminta melakukan perbaikan sesuai ketentuan. Penggunaan anggaran negara harus dapat dipertanggungjawabkan dan menghasilkan bangunan yang aman serta berkualitas.

Jangan sampai anggaran ratusan juta rupiah tidak diimbangi dengan kualitas pekerjaan dan pengawasan yang memadai.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya meminta konfirmasi kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang dan CV Bintang Barat Perkasa guna mendapatkan penjelasan yang berimbang. (Lan)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.