BEKASI, Alexanews.id – Badan Karantina Indonesia (Barantin) memperingati 149 Tahun Karantina Indonesia sekaligus HUT ke-3 Barantin melalui upacara di Bekasi, Senin (19/10/2026).
Kepala Barantin, Abdul Kadir Karding, menegaskan bahwa karantina memiliki peran penting dalam melindungi kekayaan hayati Indonesia, menjaga ketahanan pangan, serta mendukung perekonomian nasional.
Ia mengingatkan, pengawasan karantina tidak boleh hanya sebatas pemeriksaan dokumen. Pengawasan harus mampu mencegah masuk dan menyebarnya hama serta penyakit yang mengancam hewan, ikan, tumbuhan, dan produk turunannya.
“Karantina adalah benteng terdepan pertahanan nonmiliter kedaulatan hayati Republik Indonesia,” tegas Karding dalam amanatnya.
Menurutnya, ancaman terhadap sumber daya hayati semakin kompleks seiring meningkatnya perdagangan dan mobilitas barang antarnegara. Karena itu, pengawasan di pelabuhan, bandar udara, dan wilayah perbatasan harus diperkuat.
Di sisi lain, Barantin juga dituntut memberikan pelayanan yang cepat dan transparan agar tidak menghambat arus perdagangan.
“Karantina tidak boleh menjadi penghambat arus logistik, tetapi juga tidak boleh menoleransi sedikit pun kompromi terhadap keselamatan hayati bangsa,” ujarnya.
Untuk memperkuat pengawasan, Barantin menetapkan lima agenda prioritas, yakni modernisasi fasilitas karantina, penguatan laboratorium, peningkatan pengawasan di wilayah perbatasan, percepatan layanan digital, serta peningkatan profesionalisme dan integritas petugas.
Barantin juga mendorong program Klinik Ekspor untuk membantu petani, peternak, nelayan, dan pelaku usaha memenuhi standar internasional agar produk Indonesia mampu bersaing di pasar global.
Dalam kesempatan tersebut, Karding menyampaikan enam pesan kepada seluruh insan karantina, yaitu menjaga integritas, meningkatkan profesionalisme, mengedepankan transparansi, memberikan pelayanan terbaik, memperkuat kerja sama, dan terus berinovasi.
Ia menegaskan bahwa seluruh komitmen tersebut harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar seremonial peringatan hari jadi.
“Keberhasilan kita bukan diukur dari seberapa besar kewenangan yang kita miliki, melainkan dari seberapa besar manfaat yang kita berikan kepada bangsa dan negara,” katanya.
Upacara peringatan juga diisi demonstrasi kemampuan anjing pelacak atau K9 serta peragaan tugas Polisi Khusus Karantina.
Karding berharap Barantin semakin modern, profesional, dan berintegritas dalam menjaga keamanan hayati, mendukung ketahanan pangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
“Menjaga negeri, mengawal martabat, menyongsong fajar Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (Saepudin)










