“Kami tetap melindungi anggota kami. Namun, jika ada kesalahan, silakan ditegur,” kata Adi.

PURWAKARTA – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Purwakarta dan pimpinan DPRD Purwakarta sepakat menyelesaikan kesalahpahaman yang melibatkan wartawan Berry saat menjalankan tugas jurnalistik di gedung DPRD.

Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan klarifikasi di ruang Ketua DPRD Purwakarta, Senin (19/10/2026). Pertemuan dihadiri Ketua PWI Purwakarta Adi Kurniawan Tarigan, Ketua DPRD Purwakarta Sri Puji Utami, Wakil Ketua II Lutfi Bamala, Wakil Ketua III Drs. H. Entis Sutisna, S.H., M.M., Sekretaris DPRD Rudi Hartono, S.A.P., M.M., CGRE, perwakilan Polres Purwakarta, serta staf Sekretariat DPRD.

Adi mengatakan, PWI meminta klarifikasi sekaligus memastikan perlindungan bagi anggotanya dalam menjalankan tugas jurnalistik. Namun, PWI memilih penyelesaian secara kekeluargaan.

“Kami tetap melindungi anggota kami. Namun, jika ada kesalahan, silakan ditegur,” kata Adi.

Ketua DPRD Purwakarta Sri Puji Utami menyatakan pers merupakan mitra strategis lembaga legislatif dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Menurut Sri, insiden terjadi saat rapat Badan Anggaran (Banggar) bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) membahas evaluasi gubernur yang memiliki batas waktu penyelesaian. Ia berharap kejadian tersebut menjadi evaluasi untuk memperbaiki komunikasi antara petugas keamanan dan wartawan.

Sri juga mengimbau wartawan menggunakan kartu identitas atau atribut resmi organisasi maupun media saat meliput di lingkungan DPRD.

Sekretaris DPRD Purwakarta Rudi Hartono menyampaikan permohonan maaf atas miskomunikasi tersebut. Ia menjelaskan, petugas keamanan di lingkungan DPRD dikelola melalui sistem alih daya. Pergantian personel dinilai menyebabkan petugas kesulitan mengenali wartawan yang biasa meliput.

“Sekretariat memohon maaf dan akan menjadikan hal ini sebagai bahan evaluasi,” ujar Rudi.

Berry menerima penjelasan dan permohonan maaf tersebut. Ia mengaku kecewa saat kejadian, tetapi memahami persoalan setelah mendapat penjelasan mengenai mekanisme pengamanan dan miskomunikasi internal.

Pertemuan ditutup dengan saling memaafkan dan berjabat tangan. Kedua pihak sepakat memperbaiki komunikasi serta menjaga kemitraan antara pers dan DPRD Purwakarta.***

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.