KARAWANG, Alexanews.id – Pelaksanaan Gebyar Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) di Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, menuai kritik. Kegiatan yang bertujuan mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat itu terpantau sepi pengunjung.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah stan pelayanan terlihat minim warga. Bahkan, sebelum tengah hari, aktivitas di beberapa stan mulai berkurang.
Tenda dan gerai pelayanan yang disediakan justru lebih banyak terlihat ditempati pegawai dari perangkat desa, kecamatan, serta instansi terkait.
Kondisi serupa terlihat di stan kesehatan RSUD Rengasdengklok. Aktivitas di stan tersebut lebih banyak diwarnai pegawai berseragam yang bergantian melakukan pemeriksaan tekanan darah.
Situasi ini memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pelaksanaan Gebyar PATEN, terutama dalam menjangkau masyarakat yang membutuhkan pelayanan administrasi secara langsung.
Sejumlah warga juga mengeluhkan layanan yang tidak bisa diselesaikan saat itu juga, khususnya pengurusan dokumen kependudukan dan perizinan.
“Percuma juga datang jauh-jauh ke sini mau mengurus dokumen kependudukan, toh tidak bisa langsung jadi hari ini. Ujung-ujungnya tetap disuruh menunggu dan diambil di lain hari,” keluh seorang warga di lokasi.
Keluhan tersebut menambah pertanyaan mengenai sejauh mana kegiatan pelayanan terpadu ini mampu memberikan kemudahan bagi masyarakat.
Kritik juga mengarah pada penggunaan anggaran kegiatan. Gebyar PATEN yang digelar secara bergiliran di berbagai kecamatan dinilai perlu dievaluasi, terutama jika jumlah masyarakat yang memanfaatkan layanan tidak sebanding dengan sumber daya yang dikeluarkan.
Seorang tokoh warga setempat menilai pemerintah daerah perlu lebih mengutamakan kualitas pelayanan rutin dibandingkan kegiatan seremonial.
“Mulai dari sewa tenda, panggung, konsumsi, hingga operasional pegawai tentu membutuhkan biaya. Kalau pelaksanaannya singkat dan sebelum tengah hari sudah sepi, pemerintah perlu mengevaluasi apakah kegiatan seperti ini benar-benar efektif,” tegasnya.
Meski demikian, besaran anggaran kegiatan serta perbandingannya dengan jumlah penerima manfaat perlu dibuka secara transparan agar efektivitas program dapat dinilai berdasarkan data.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Karawang tidak sekadar menjadikan Gebyar PATEN sebagai agenda rutin, tetapi juga memastikan pelayanan yang diberikan benar-benar menjawab kebutuhan warga.
Evaluasi dapat dilakukan melalui pendataan jumlah pemohon, jenis layanan yang berhasil diselesaikan di lokasi, jumlah permohonan yang masih tertunda, hingga rincian biaya penyelenggaraan.
Digitalisasi layanan serta optimalisasi pelayanan harian di kantor desa dan kecamatan juga dinilai perlu menjadi perhatian.
Sebab, keberhasilan pelayanan publik bukan diukur dari banyaknya tenda yang berdiri atau meriahnya acara, melainkan dari kemudahan masyarakat mengurus administrasi, kecepatan proses, dan kepastian layanan yang mereka terima.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari pihak penyelenggara mengenai jumlah warga yang terlayani, capaian kegiatan, maupun besaran anggaran Gebyar PATEN di Kecamatan Rengasdengklok.
Karena itu, evaluasi menyeluruh diperlukan untuk memastikan program tersebut berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (Yaris)










