Indramayu, AlexaNews.ID – PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit VI Balongan kembali menggelar simulasi penanganan darurat berskala besar melalui kegiatan Major Emergency Exercise Pertamina (MEEP) Level III. Latihan ini bertujuan memperkuat kemampuan seluruh personel dalam merespons kejadian kritis di area operasional.

Dalam latihan ini, skenario utama menggambarkan adanya kebocoran pada salah satu tangki berisi Pertalite yang menimbulkan tumpahan cairan serta membentuk vapor cloud hidrokarbon hingga mencapai area permukiman sekitar kilang. Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah warga mengalami gejala keracunan sebelum akhirnya dievakuasi ke Rumah Sakit Pertamina Balongan.

Situasi semakin memanas ketika warga yang panik menggelar aksi protes hingga berujung tindakan anarkis. Untuk meredam ketegangan, aparat TNI dan Polri dikerahkan guna melakukan pengamanan serta mengatur evakuasi warga dari Blok Wisma Jati, Desa Sukaurip, menuju titik aman di Balai Desa. Di lokasi tersebut, kelompok PETA (Pemuda Tangguh Bencana) dan Human Initiative yang selama ini bekerja sama dalam Program TJSL Kilang Balongan ikut membantu penanganan pengungsi bersama tim medis dan logistik perusahaan.

Skenario kemudian berkembang semakin kompleks ketika vapor cloud yang melintas di jalan raya tersulut panas dari knalpot kendaraan sehingga memicu flash fire dan kebakaran di area tumpahan. Tim Fire Brigade RU VI Balongan yang mendapat dukungan Sinergi HSSE Area 5 dan tambahan personel Kilang Cilacap berhasil melakukan pemadaman api hingga seluruh area dinyatakan aman tanpa ada korban jiwa.

General Manager PT KPI RU VI Balongan, Yulianto Triwibowo, menegaskan bahwa latihan ini merupakan langkah penting untuk memastikan setiap fungsi operasional memahami prosedur tanggap darurat sesuai standar Pertamina Group.

“Simulasi ini menjadi ajang untuk menguji koordinasi, komunikasi, dan kecepatan tindakan semua tim. Kami ingin memastikan bahwa setiap petugas benar-benar siap menghadapi potensi keadaan darurat, meskipun kami berharap kejadian seperti ini tidak pernah terjadi,” katanya.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relation & CSR RU VI Balongan, Mohamad Zulkifli, menyoroti pentingnya peran serta masyarakat dalam penguatan mitigasi risiko.

“Kami terus mendorong pemahaman warga mengenai sirine darurat, rute evakuasi, dan titik kumpul aman. Fasilitas sirine yang dipasang di lingkungan permukiman adalah bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kesiagaan masyarakat,” ujar Zulkifli. [Kirno]

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.