PURWAKARTA, AlexaNews.ID – Sebuah insiden longsor material beton terjadi di wilayah Desa Mekargalih, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Minggu (28/12/2025) sore. Seorang warga dilaporkan tertimbun reruntuhan bangunan saat hujan deras disertai angin kencang melanda kawasan tersebut.
Peristiwa ini pertama kali dilaporkan oleh warga setempat sekitar pukul 15.30 WIB. Tak berselang lama, tim penyelamat langsung bergerak menuju lokasi di Jalan Sulukuning RT 11 RW 07 setelah laporan diterima dan ditindaklanjuti hanya dalam waktu sekitar 10 menit.
Korban diketahui bernama Jaya (53), warga setempat. Saat kejadian, korban diduga tengah berada di bagian belakang rumah untuk memberi makan hewan peliharaan. Namun secara tiba-tiba, struktur beton di area tersebut runtuh dan menimpa korban.
Saksi mata sekaligus istri korban, Sandra Gunawan, mengaku sempat mendengar suara benturan keras dari arah belakang rumah. Saat dicek, korban sudah tertimbun reruntuhan beton dan tidak terlihat.
Proses evakuasi berlangsung cukup dramatis dan memakan waktu berjam-jam. Petugas gabungan bersama warga melakukan pencarian dengan mengangkat serta memotong puing-puing beton menggunakan berbagai peralatan khusus. Pada pukul 18.30 WIB, keberadaan korban mulai terlihat, sebelum akhirnya berhasil dievakuasi sekitar pukul 19.00 WIB.
Kegiatan evakuasi secara resmi dinyatakan selesai dan ditutup langsung oleh Bupati Purwakarta pada pukul 19.30 WIB. Selanjutnya, seluruh personel kembali ke markas untuk melakukan konsolidasi dan penyusunan laporan akhir.
Dalam operasi ini, sejumlah alat berat dan peralatan penyelamatan dikerahkan, mulai dari jack hammer, alat pemotong beton, hingga penerangan khusus untuk mendukung proses evakuasi di malam hari.
Evakuasi melibatkan unsur lintas sektor, di antaranya BPBD Purwakarta, Polres Purwakarta, Polsek Jatiluhur, aparat desa, relawan, serta warga sekitar yang turut membantu sejak awal kejadian.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat cuaca ekstrem, guna menghindari kejadian serupa di kemudian hari. [Ega Nugraha]










