CIREBON, AlexaNews.ID – Keluhan warga terkait kemacetan berkepanjangan di ruas jalan Lemahabang akhirnya direspons serius. Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cirebon bersama Satlantas Polresta Cirebon melakukan inspeksi langsung ke Swalayan Karomah dan Grand Karomah, Rabu (7/1/2026).
Langkah tersebut dilakukan untuk menelusuri sumber kepadatan lalu lintas yang kerap terjadi di jalur utama kawasan tersebut. Fokus pemeriksaan meliputi tata kelola parkir kendaraan pengunjung serta kepatuhan terhadap kewajiban Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin).
Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan kendaraan pengunjung masih sering berhenti dan parkir di badan jalan. Kondisi ini tak hanya memperlambat arus lalu lintas, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan, terutama pada jam sibuk.
Perwakilan Bidang Lalu Lintas Dishub Kabupaten Cirebon, Arif Tyas, mengungkapkan pihaknya telah menyiapkan langkah penanganan bertahap agar persoalan tidak terus berulang. Salah satu solusi utama adalah optimalisasi lahan di belakang area usaha sebagai kantong parkir tambahan.
Selain itu, Dishub menekankan pentingnya penataan juru parkir agar kendaraan tidak melebihi dua baris parkir. Pengunjung juga akan diarahkan ke lokasi parkir alternatif demi menjaga kelancaran arus kendaraan di jalan utama.
Tak kalah penting, Arif menegaskan bahwa pemenuhan perizinan Andalalin menjadi syarat mutlak bagi keberlangsungan operasional usaha. Menurutnya, kepatuhan regulasi adalah kunci terciptanya ketertiban lalu lintas jangka panjang.
“Kami tidak anti investasi, justru mendukung pertumbuhan usaha. Tapi aturan harus ditegakkan. Keselamatan pengguna jalan dan kelancaran lalu lintas tidak boleh dikorbankan,” tegasnya.
Pihak manajemen Swalayan Karomah menyambut positif sidak tersebut. Perwakilan manajemen, Agus, mengakui pengelolaan parkir selama ini masih perlu dibenahi dan berjanji segera menindaklanjuti seluruh rekomendasi yang diberikan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Dishub, Satlantas, dan pemerintah desa. Lahan parkir tambahan akan segera difungsikan, dan sistem parkir akan kami perbaiki untuk membantu mengurai kemacetan,” ujarnya.
Sebagai langkah lanjutan, manajemen juga berencana menambah jumlah juru parkir. Saat ini, Grand Karomah menurunkan sekitar 8–10 petugas per hari, sementara Swalayan Karomah menyiagakan enam petugas untuk mengatur arus keluar-masuk kendaraan pengunjung.
Upaya kolaboratif ini diharapkan mampu mengurangi kepadatan lalu lintas di Lemahabang sekaligus menciptakan kenyamanan bagi masyarakat dan pengguna jalan. [Kirno]










