PURWAKARTA – Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein turun langsung mempertemukan dua kepala desa yang tengah viral di media sosial akibat tudingan memiliki hubungan spesial. Keduanya yakni Kepala Desa Garokgek, Mulyana, dan Kades Pusakamulya, Nunung, Kecamatan Kiarapedes.

Langkah tersebut dilakukan untuk meluruskan informasi yang berkembang di tengah masyarakat agar tidak menimbulkan kegaduhan berkepanjangan serta merusak kepercayaan publik terhadap pemerintahan desa.

Dalam pertemuan itu, Om Zein menegaskan bahwa kedatangan kedua kepala desa tersebut sejatinya untuk bersilaturahmi, namun kemudian muncul isu liar yang menyebut keduanya memiliki hubungan di luar urusan pekerjaan.

“Pagi ini Om Zein kedatangan Bu Kades Pusakamulya dan Pak Kades. Ternyata berkembang kabar mereka dituduh punya hubungan khusus. Padahal hubungan mereka sebatas bersahabat dan urusan pekerjaan,” ujar Om Zein.

Menurut Om Zein, tidak ada unsur pelanggaran hukum maupun etika yang dilakukan oleh Mulyana dan Nunung. Aktivitas keduanya selama ini berkaitan dengan tugas pemerintahan desa dan kerja sama pembangunan.

Ia menjelaskan, jika keduanya terlihat pergi bersama atau saling berkunjung, hal tersebut dilakukan dalam rangka koordinasi pekerjaan dan selalu disaksikan banyak pihak.

“Kalaupun kadang pergi berdua itu urusan kerja. Kalau Pak Kades ke rumah Bu Kades juga banyak orang di sana, ada keluarga, staf, karang taruna, RT, semua tahu karena urusan pekerjaan desa,” jelasnya.

Om Zein pun mengimbau masyarakat dan netizen agar lebih bijak dalam menyikapi informasi di media sosial serta tidak mudah menghakimi tanpa dasar yang jelas.

“Selama kita yakin tidak salah, tidak ada yang perlu ditakutkan. Kalau kita benar dan semua ada saksinya, enggak usah risau dengan omongan orang,” tegas Om Zein.

Sementara itu, Kades Garokgek Mulyana kembali menegaskan bahwa hubungannya dengan Nunung murni profesional sebagai sesama kepala desa di Kecamatan Kiarapedes.

“Hubungan kami sebatas pekerjaan pemerintahan desa. Tidak ada hubungan asmara seperti yang dituduhkan,” kata Mulyana.

Hal senada disampaikan Kades Pusakamulya Nunung. Ia menyebut intensitas pertemuan dengan Mulyana terjadi karena adanya agenda koordinasi pembangunan serta kerja sama pengadaan material desa.

“Kami sering bertemu karena tugas, rapat, dan kegiatan desa. Semua dalam konteks pekerjaan, bukan pribadi,” jelas Nunung. [Ega Nugraha]

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.