KARAWANG, AlexaNews.ID – Kepengurusan baru Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Karawang periode 2025–2029 resmi dikukuhkan. Sebanyak 60 pengurus dilantik langsung oleh Ketua Percasi Jawa Barat, Deni Nurdyana Ngadimin, di Gedung Serba Guna Sultan Mazmur, Desa Cikampek Selatan, Kecamatan Cikampek, Sabtu (17/1/2026).
Prosesi pelantikan tersebut dirangkai dengan pelaksanaan turnamen catur perorangan kategori senior dan junior antar pelajar se-Kabupaten Karawang. Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Bupati Karawang H. Maslani, unsur Forkopimcam Cikampek, serta ratusan peserta yang siap berlaga di papan catur.
Ketua Percasi Jawa Barat, Deni Nurdyana Ngadimin, menegaskan bahwa pelantikan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi. Menurutnya, Percasi Karawang memiliki potensi besar, terutama dari kalangan pelajar yang selama ini menunjukkan minat tinggi terhadap olahraga catur.
“Pengurus baru harus mampu membangun sistem pembinaan yang terarah dan berkesinambungan agar prestasi catur Karawang bisa meningkat di tingkat regional hingga nasional,” ujarnya.
Dengan kepengurusan periode 2025–2029, Percasi Karawang diharapkan mampu merancang program kerja yang fokus pada pembinaan atlet, peningkatan kompetisi, serta penguatan klub-klub catur di daerah. Konsistensi organisasi dinilai menjadi kunci lahirnya atlet catur berprestasi.
Ketua Percasi Kabupaten Karawang terpilih, Fernando Doklas Pangaribuan, menyampaikan apresiasi kepada H. Relisman Nasution yang telah memimpin Percasi Karawang selama dua periode sebelumnya. Ia menilai pondasi pembinaan yang sudah dibangun menjadi modal penting bagi kepengurusan baru.
“Ekosistem catur di Karawang terus berkembang. Jumlah atlet bertambah, klub semakin banyak, dan minat masyarakat makin kuat,” kata Fernando.
Fernando mengakui, melanjutkan kepemimpinan sebelumnya menjadi tantangan tersendiri. Ia meminta dukungan semua pihak agar pembinaan atlet catur di Karawang bisa berjalan maksimal dan berkelanjutan.
Tak hanya seremoni, pelantikan juga dimanfaatkan sebagai ajang kompetisi melalui turnamen antar pelajar. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya regenerasi atlet untuk menghadapi kejuaraan tingkat Provinsi Jawa Barat hingga nasional.
Turnamen tersebut diikuti sekitar 150 peserta dari jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Karawang yang beradu strategi dan ketangkasan di atas papan catur.
Fernando menjelaskan, turnamen ini bukan sekadar memeriahkan pelantikan, melainkan menjadi sarana penjaringan atlet potensial sejak usia dini. Menurutnya, pembinaan catur harus dimulai dari bangku sekolah agar kemampuan atlet bisa diasah secara sistematis.
“Pelajar adalah aset utama regenerasi atlet. Dari sini kita bisa melihat bibit unggul untuk dipersiapkan ke level yang lebih tinggi,” ujarnya.
Fernando yang juga merupakan anggota DPRD Karawang dari Fraksi PDI Perjuangan menambahkan, para peserta terbaik akan masuk dalam radar pembinaan Percasi Karawang. Mereka akan diproyeksikan mengikuti kejuaraan tingkat provinsi maupun nasional.
Ia menegaskan, Percasi Karawang menargetkan lahirnya atlet-atlet catur unggulan yang mampu membawa nama daerah bersaing di berbagai event resmi.
“Turnamen ini menjadi langkah awal seleksi atlet berprestasi. Harapannya, Karawang bisa tampil dan berprestasi di tingkat Jawa Barat hingga nasional,” pungkas Fernando. [Karina]










