CIREBON, AlexaNews.ID – Libur panjang Januari 2026 dimanfaatkan banyak wisatawan untuk berburu kuliner khas daerah. Momentum itu turut dirasakan pegiat budaya Tionghoa asal Cirebon, Jeremy Huang, saat berkunjung ke Yogyakarta pada Jumat (17/1/2026).

Dalam kunjungannya, Jeremy menyempatkan diri menyambangi Pasar Ngasem, pasar legendaris yang berdiri sejak 1809 dan kini menjelma menjadi destinasi wisata kuliner favorit. Pasar yang dahulu dikenal sebagai pasar burung tersebut telah bertransformasi menjadi ruang ekonomi kreatif yang ramai dikunjungi lintas usia.

Jeremy melihat suasana pasar yang begitu hidup. Deretan pedagang menyajikan aneka makanan khas Yogyakarta seperti jadah tempe, wingko, hingga bakpia. Menariknya, di tengah dominasi kuliner lokal Jogja, ia menemukan Empal Gentong, makanan khas Cirebon, ikut menjadi buruan pengunjung.

“Di Pasar Ngasem bukan cuma ada jajanan khas Jogja, tapi juga Empal Gentong Cirebon. Pengunjungnya padat sekali, datang dari berbagai daerah,” kata Jeremy.

Menurutnya, keberagaman produk yang dijajakan di Pasar Ngasem sangat lengkap, mulai dari kuliner tradisional, jamu sereh jahe, batik, hingga produk UMKM lainnya. Kondisi itu mengingatkannya pada masa kejayaan Pasar Pagi dan Pasar Kanoman Cirebon pada era 1970 hingga 1990-an, terutama saat menjelang Lebaran.

Jeremy menilai lonjakan pengunjung Pasar Ngasem dalam beberapa tahun terakhir tidak lepas dari peran dunia digital. Konten viral di TikTok, Instagram, Facebook, hingga YouTube membuat pasar tradisional tersebut berubah menjadi destinasi wisata kekinian.

“Dari Pasar Ngasem kita bisa belajar bahwa kekuatan digital sangat mempengaruhi pergerakan ekonomi. Peran influencer, YouTuber, dan TikToker sangat penting untuk memperkenalkan kembali produk lokal dan pasar tradisional,” ujarnya.

Melihat keberhasilan tersebut, Jeremy mendorong Pemerintah Kota Cirebon untuk lebih serius menggarap promosi digital. Ia berharap pasar-pasar tradisional dan sentra kuliner di Kota Udang bisa dikemas menarik agar kembali diminati wisatawan.

“Pemkot Cirebon bisa merangkul konten kreator untuk memviralkan pasar tradisional. Dengan cerita yang menarik di media sosial, wisatawan akan datang, transaksi meningkat, dan ekonomi kerakyatan kembali bergerak,” tutup Jeremy. [Kirno]

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.