CIREBON, AlexaNews.ID – Gedung bersejarah British American Tobacco (BAT) di kawasan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, kembali menarik perhatian publik. Bangunan berwarna putih dengan nuansa kolonial ini bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi juga simbol kejayaan Cirebon yang dulu dijuluki sebagai “Kota Cerutu.”
Berdiri kokoh sejak sekitar tahun 1924, gedung BAT menjadi saksi perkembangan industri tembakau di pesisir utara Jawa. Arsitekturnya mengusung gaya Art Deco yang khas, terlihat dari jendela melengkung, dinding tebal, serta langit-langit tinggi yang dirancang untuk menjaga suhu tetap sejuk demi proses produksi rokok pada masa kolonial.
Pada era keemasannya, pabrik BAT menjadi pusat aktivitas ekonomi yang menyerap ribuan tenaga kerja lokal. Suara mesin dan aroma tembakau pernah menjadi denyut kehidupan di sekitar Jalan Pasuketan. Cirebon kala itu dikenal sebagai salah satu sentra industri rokok penting di Jawa Barat.
Namun, seiring perubahan zaman, aktivitas produksi di gedung BAT resmi berhenti pada tahun 2010. Meski demikian, bangunan ini tidak kehilangan pamornya. Status sebagai cagar budaya menjadikan gedung BAT sebagai destinasi favorit bagi wisatawan, komunitas sejarah, hingga pemburu foto.
Kini, area sekitar gedung berubah menjadi ruang publik yang hidup. Saat hujan turun, genangan air di halaman depan kerap memantulkan siluet bangunan tua, menciptakan nuansa artistik yang banyak diburu fotografer dan pengunjung media sosial.
“Gedung ini punya cerita. Setiap sudutnya seperti membawa kita kembali ke masa kejayaan Cirebon,” ujar Panji (39), salah satu pengunjung yang sengaja datang untuk berfoto.
Keberadaan gedung BAT bukan hanya soal bangunan lama, melainkan tentang menjaga identitas kota. Merawat situs sejarah berarti merawat ingatan kolektif masyarakat bahwa Cirebon pernah menjadi simpul penting perdagangan, industri, dan budaya di Nusantara.
Gedung BAT hari ini menjadi penghubung antara masa lalu dan masa kini—ikon Kota Cerutu yang tetap berdiri megah di tengah laju modernisasi. [Kirno]










