KARAWANG, AlexaNews.ID – Kondisi salah satu situs sejarah paling penting di Indonesia, Rengasdengklok, kini menuai keprihatinan. Lokasi bersejarah yang berada di Dusun Bojong Tugu, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, itu dinilai kurang mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.
Rengasdengklok dikenal sebagai titik krusial menjelang Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Di tempat inilah para pemuda membawa Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta untuk mendesak percepatan kemerdekaan pada Agustus 1945. Peristiwa tersebut menjadi bagian penting dari lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Rumah yang pernah menjadi tempat singgah Presiden pertama RI, Ir. Soekarno, masih berdiri hingga sekarang dengan bentuk yang relatif asli. Sayangnya, kondisi lingkungan di sekitar kawasan sejarah itu justru terlihat memprihatinkan. Area sekitar tampak kotor, tidak tertata, bahkan menimbulkan aroma tak sedap yang mengganggu kenyamanan pengunjung.
Hasil pantauan di lokasi menunjukkan minimnya perawatan rutin. Tidak terlihat pengelolaan kawasan yang maksimal sebagaimana layaknya situs sejarah nasional yang seharusnya menjadi ikon wisata edukasi di Karawang.
Seorang warga setempat, Mak Idah, warga RT 21/RW 04 Dusun Bojong Tugu 1, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi tersebut. Ia menilai perawatan kawasan belum berjalan optimal.
“Kalau terlihat kumuh mungkin masih bisa dimaklumi, karena yang benar-benar aktif menjaga hanya satu orang juru pelihara,” ujarnya kepada wartawan.
Namun ia mempertanyakan keberadaan petugas lain yang tercatat sebagai juru pelihara. Menurutnya, jumlah mereka lebih dari lima orang, tetapi jarang terlihat bekerja di lapangan.
“Yang terdaftar dan menerima gaji itu lebih dari lima orang, tapi yang kelihatan bekerja cuma satu. Yang lain ke mana? Jangan sampai hanya tercatat tapi tidak menjalankan tugas,” tegasnya.
Kondisi tersebut memunculkan sorotan masyarakat terhadap peran Pemerintah Kabupaten Karawang dalam menjaga warisan sejarah nasional. Warga berharap ada pembenahan serius, baik dari sisi pengelolaan, kebersihan, hingga pengawasan petugas, agar Rengasdengklok kembali layak menjadi simbol perjuangan bangsa sekaligus destinasi edukasi yang membanggakan. [Asbel]










