CIREBON, AlexaNews.ID – Jalan Pekiringan pernah menjadi denyut utama perdagangan di Kota Cirebon. Di sepanjang ruas ini berdiri Pasar Balong Pekiringan, pusat belanja yang pada masanya selalu dipadati pembeli. Namun kini, suasana itu perlahan memudar. Pasar yang dulu ramai sejak pagi hingga malam, kini lebih sering terlihat lengang dan sunyi.
Pantauan di lapangan menunjukkan, bangunan bertingkat bercat biru yang menjadi ciri khas Pasar Balong tak lagi dipenuhi lalu-lalang pengunjung. Aktivitas jual beli masih berlangsung, tetapi jauh dari kesan padat seperti satu atau dua dekade silam. Hanya beberapa toko yang tetap bertahan, sementara banyak kios lain tampak tertutup atau sepi pembeli.
Pada masa jayanya, Pasar Balong menjadi tujuan utama warga Cirebon dan daerah sekitar untuk berburu pakaian, perlengkapan rumah tangga, hingga kebutuhan menjelang hari raya. Jalan Pekiringan bahkan kerap macet akibat membludaknya pembeli serta aktivitas bongkar muat barang dagangan.
Kini, suasana itu tinggal cerita. Area parkir memang masih terisi kendaraan, tetapi denyut keramaian tidak lagi terasa. Bagi sebagian pedagang, hari-hari di pasar lebih banyak diwarnai menunggu dibanding melayani pembeli.
Sejumlah faktor disebut menjadi penyebab meredupnya Pasar Balong. Pertama, perubahan pola belanja masyarakat yang beralih ke marketplace online karena lebih praktis. Kedua, persaingan dengan pusat perbelanjaan modern dan mal yang menawarkan kenyamanan serta konsep belanja terpadu. Ketiga, penataan kawasan dan aksesibilitas yang membuat pelanggan lama mencari alternatif lokasi lain.
Meski begitu, bagi pedagang yang masih bertahan, Pasar Balong bukan sekadar tempat usaha. Ia menjadi bagian dari perjalanan hidup dan saksi perubahan ekonomi Kota Cirebon. Setiap pagi mereka tetap membuka kios, berharap ada pelanggan setia yang datang, baik untuk berbelanja maupun sekadar bernostalgia.
“Dulu di sini susah jalan karena penuh orang. Sekarang justru lebih sering sepi,” ujar seorang warga yang kerap melintas di kawasan Pekiringan.
Pasar Balong Pekiringan kini berada di persimpangan sejarah. Antara dipoles kembali agar bangkit sebagai pusat ekonomi rakyat, atau perlahan berubah menjadi kenangan masa lalu dalam perjalanan Kota Udang. [Kirno]










