SERGAI, AlexaNews.ID – Kunjungan kerja Bupati Serdang Bedagai (Sergai) H. Darma Wijaya ke Kecamatan Dolok Masihul terasa berbeda dari biasanya. Di sela agenda pemerintahan, wilayah tersebut menyimpan jejak kenangan pribadi karena menjadi tanah kelahiran orang nomor satu di Kabupaten Sergai itu.
“Kalau lagi di Dolok Masihul, rasanya tidak lengkap kalau tidak mampir ke sini,” ujar Darma Wijaya, Kamis siang, usai meninjau sejumlah lokasi di kecamatan tersebut.
Di tengah padatnya agenda, Bupati menyempatkan diri makan siang di Warung Bu Mela, sebuah warung sederhana yang terletak di Desa Aras Panjang. Meski lokasinya tersembunyi di belakang area perkebunan Socfindo dan jauh dari hiruk-pikuk jalan utama, warung ini menyimpan cerita panjang sekaligus rasa yang melegenda.
Warung Bu Mela telah berdiri sejak tahun 1988. Selama puluhan tahun, warung ini dikenal konsisten menyajikan masakan rumahan dengan cita rasa yang tidak berubah. Menu andalan yang selalu dirindukan Darma Wijaya adalah pecal, dengan racikan bumbu khas yang menurutnya sulit ditandingi.
“Pecalnya juara. Rasanya itu khas, dari dulu sampai sekarang tetap sama,” ungkap Darma Wijaya sambil tersenyum.
Menurutnya, keberadaan Warung Bu Mela menjadi bukti bahwa kualitas rasa tidak ditentukan oleh lokasi strategis atau tampilan mewah. Meski tersembunyi, warung ini tetap dicari pelanggan setia dari berbagai kalangan, dengan harga yang terjangkau dan cita rasa yang tidak pernah mengecewakan.
“Ini membuktikan bahwa rasa tidak pernah bohong. Kalau enak, pasti dicari orang,” tambahnya.
Lebih jauh, Bupati Sergai menilai warung-warung sederhana seperti milik Bu Mela merupakan contoh nyata potensi besar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal yang tumbuh dari desa dan mampu bertahan lintas generasi.
Ia pun mengajak masyarakat Serdang Bedagai untuk lebih mencintai dan membeli produk lokal sebagai bentuk dukungan terhadap ekonomi rakyat.
“Mari kita hargai dan beli produk lokal kita sendiri. Dengan mendukung UMKM, kita ikut menggerakkan ekonomi masyarakat,” pesannya.
Di akhir kunjungan, Darma Wijaya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Bu Mela atas sambutan hangat serta konsistensi menjaga kualitas rasa selama puluhan tahun.
“Terima kasih Bu Mela. Sehat selalu dan teruslah melegenda,” ucapnya.
Kini, Warung Bu Mela bukan sekadar tempat makan, tetapi telah menjadi simbol ketulusan rasa, kenangan masa lalu, serta kekuatan UMKM lokal yang tumbuh dan bertahan dari desa. [Sutrisno]










