KARAWANG, AlexaNews.ID – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah sejatinya mendapat sambutan positif dari masyarakat. Program ini dinilai membantu pemenuhan gizi siswa sekaligus meringankan beban ekonomi orang tua murid.
Namun, pelaksanaan program MBG di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Srijaya, Desa Srijaya, Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang, justru menuai protes dari para orang tua murid.
Sejumlah orang tua mendatangi sekolah untuk menyampaikan keberatan dan kekecewaan mereka terhadap kualitas makanan bergizi gratis yang dibagikan kepada anak-anak. Mereka menilai makanan tersebut tidak layak konsumsi dan berpotensi membahayakan kesehatan murid.
Keluhan mencuat setelah para orang tua mengetahui kondisi makanan yang diterima anak-anak mereka. Beberapa di antaranya disebut memiliki aroma tidak sedap dan tampilan yang mencurigakan, sehingga membuat sebagian murid enggan mencicipi makanan tersebut.
“Anak saya tidak mau makan karena baunya tidak enak. Kami khawatir ini berbahaya untuk kesehatan,” ungkap salah satu orang tua murid saat ditemui di lokasi.
Kondisi tersebut memicu keresahan dan kemarahan orang tua murid. Mereka menilai program yang sejatinya bertujuan baik tidak seharusnya dijalankan dengan mengabaikan kualitas dan kelayakan makanan.
Saat dikonfirmasi awak media, salah seorang pengajar di SDN 1 Srijaya, Anang, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyebut peristiwa itu terjadi pada Rabu, 4 Februari 2026.
“Memang benar, makanan bergizi gratis yang dibagikan kepada murid kami pada hari itu sangat tidak layak untuk dikonsumsi. Ada sebagian makanan yang diduga sudah busuk atau basi, sehingga anak-anak tidak mau memakannya,” ujar Anang.
Menurutnya, pihak sekolah juga merasa prihatin dengan kondisi tersebut karena menyangkut keselamatan dan kesehatan peserta didik.
Reaksi keras juga datang dari unsur masyarakat. Wakil Ketua DPC DONAL, Maman Sulaeman, yang juga merupakan Tim 88 Laskar NKRI, menyatakan sikap tegas atas kejadian ini.
“Kami tidak akan tinggal diam. Kami akan menggruduk Yayasan MBG yang telah memberikan makanan tidak layak konsumsi kepada para murid. Ini menyangkut kesehatan dan keselamatan anak-anak,” tegasnya.
Ia menilai, meskipun program MBG merupakan program yang baik dan pro-rakyat, pelaksanaannya tidak boleh dilakukan secara asal-asalan.
Selain mendatangi pihak yayasan, Maman Sulaeman menyatakan pihaknya juga berencana menyambangi DPRD Kabupaten Karawang untuk meminta klarifikasi dan mendorong adanya pengawasan lebih ketat.
“Kami juga akan mendatangi anggota DPRD Kabupaten Karawang untuk mempertanyakan makanan yang tidak pantas diberikan kepada murid. Program ini bagus, tapi pelaksanaannya harus diawasi dengan serius,” katanya.
Para orang tua murid berharap kejadian serupa tidak terulang kembali. Mereka meminta pemerintah dan pihak penyelenggara MBG lebih bertanggung jawab dalam menjaga kualitas, kebersihan, serta kelayakan makanan yang diberikan kepada anak-anak sekolah.
Menurut mereka, kesehatan dan keselamatan murid harus menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan program yang menyasar generasi penerus bangsa.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak yayasan penyelenggara MBG maupun instansi terkait mengenai evaluasi dan tindak lanjut atas kejadian tersebut. (Asbel)










