CIREBON, AlexaNews.ID – Menyambut masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon mengambil langkah strategis dengan menggelar inspeksi lapangan jalur utara Pulau Jawa. Kegiatan ini dilakukan menggunakan Kereta Api Inspeksi (KAIS) pada Selasa (10/2/2026) sebagai bagian dari upaya memastikan keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran perjalanan masyarakat selama musim mudik.

Inspeksi jalur ini menjadi bentuk kesiapan dini KAI menghadapi lonjakan penumpang yang diperkirakan meningkat signifikan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Jalur utara Pulau Jawa dipilih karena merupakan lintasan utama dengan tingkat mobilitas tinggi, terutama bagi pemudik yang menggunakan moda transportasi kereta api.

Pada hari pertama, KAIS menempuh rute strategis dari Stasiun Gambir menuju Cikampek, dilanjutkan ke Cirebon, Tegal, hingga berakhir di Stasiun Semarang Tawang. Sepanjang perjalanan, tim inspeksi melakukan pemantauan menyeluruh terhadap kondisi prasarana, sarana, serta sistem operasi perkeretaapian.

Kegiatan ini tidak hanya melibatkan internal KAI, tetapi juga menjadi agenda kolaboratif lintas instansi. Sejumlah lembaga strategis turut ambil bagian, di antaranya Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), serta Balai Teknik Perkeretaapian (BTP).

Di wilayah kerja Daop 3 Cirebon, inspeksi dilakukan secara detail terhadap berbagai aspek penting, mulai dari kondisi rel, bantalan, wesel, sistem persinyalan, hingga kesiapan stasiun dan fasilitas pendukung lainnya. Seluruh temuan dicatat sebagai bahan evaluasi untuk memastikan tidak ada potensi gangguan yang dapat memengaruhi keselamatan perjalanan kereta api selama masa angkutan Lebaran.

Selain pemeriksaan teknis, KAI Daop 3 Cirebon juga memanfaatkan momentum inspeksi ini untuk melakukan pembinaan langsung kepada para pegawai. Kegiatan pembinaan berlangsung di ruang tunggu Stasiun Cirebon dengan menekankan pentingnya disiplin, kepatuhan terhadap prosedur keselamatan, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada pelanggan.

Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, menyampaikan bahwa inspeksi jalur menggunakan KAIS merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan layanan transportasi yang aman dan andal bagi masyarakat.

“Melalui kegiatan KAIS ini, kami memastikan kesiapan lintas, sarana, serta sumber daya manusia di wilayah Daop 3 Cirebon berada dalam kondisi optimal. Seluruh jajaran kami dorong untuk tetap disiplin dalam menjalankan prosedur keselamatan, terutama menjelang masa angkutan Lebaran,” ujar Muhibbuddin.

Berdasarkan hasil pemetaan internal, KAI telah menetapkan sejumlah linimasa krusial untuk penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026. Masa angkutan Lebaran dijadwalkan berlangsung mulai 11 Maret hingga 1 April 2026. Sementara itu, periode Posko Angkutan Lebaran akan dimulai pada 14 Maret dan berakhir pada 29 Maret 2026.

Adapun puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026, sedangkan puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 24 Maret 2026. Penetapan jadwal ini menjadi dasar bagi KAI dalam menyiapkan strategi operasional, termasuk penambahan personel, penguatan pengamanan, serta optimalisasi layanan kepada pelanggan.

Sebagai langkah mitigasi, Daop 3 Cirebon juga telah memetakan sejumlah titik rawan gangguan di sepanjang jalur utara. Titik-titik tersebut meliputi area yang rawan banjir, perlintasan sebidang dengan tingkat kepadatan tinggi, serta lokasi yang berpotensi mengalami gangguan teknis.

Pengamanan di wilayah tersebut akan diperketat melalui sinergi antara personel internal KAI dengan aparat TNI dan Polri. Selain patroli jalur secara rutin, pemantauan juga akan dimaksimalkan melalui jaringan CCTV yang terpasang di stasiun maupun titik-titik strategis di sepanjang lintas utara.

“Kami tidak hanya fokus pada kesiapan sarana dan prasarana, tetapi juga pada pengamanan dan pengawasan. Sinergi dengan TNI dan Polri menjadi kunci untuk memastikan perjalanan kereta api tetap aman dan lancar selama masa mudik,” tambah Muhibbuddin.

Kegiatan inspeksi KAIS Jalur Utara ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, di antaranya Direktur Pengelola Sarana dan Prasarana KAI Heru Kuswanto, Direktur Prasarana DJKA Catur Wicaksono, serta perwakilan dari KNKT dan BTP Kelas I Jakarta. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi lintas lembaga dalam menjaga keselamatan transportasi nasional.

Hasil dari inspeksi ini nantinya akan menjadi standar acuan bagi KAI Daop 3 Cirebon dalam menyempurnakan persiapan Angkutan Lebaran 2026. Setiap catatan dan rekomendasi yang dihasilkan akan ditindaklanjuti guna memastikan seluruh layanan berjalan sesuai dengan standar keselamatan yang telah ditetapkan.

Dengan berbagai langkah antisipatif tersebut, KAI Daop 3 Cirebon berharap dapat memberikan pengalaman mudik yang aman, nyaman, dan tepat waktu bagi seluruh pelanggan kereta api. Upaya ini sekaligus menjadi wujud komitmen KAI dalam mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama momentum Lebaran yang selalu menjadi periode krusial setiap tahunnya. (Kirno)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.