KARAWANG, AlexaNews.ID – Tumpukan eceng gondok dan sampah rumah tangga memenuhi saluran irigasi Pajaten yang mengarah ke Desa Kedungjaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang. Kondisi tersebut menimbulkan bau tak sedap yang dikeluhkan warga sekitar.

Permasalahan ini disebut sudah berlangsung cukup lama. Kiriman sampah dan tanaman air yang terbawa arus diduga menumpuk karena belum dilakukan pembersihan secara menyeluruh. Warga pun khawatir kondisi tersebut menghambat aliran air untuk kebutuhan pengairan sawah.

Kepala Desa Kedungjaya, Tarjan Sujana, mengatakan pihak pemerintah desa sebenarnya rutin melakukan kerja bakti atau kerja golong untuk membersihkan saluran. Namun, kiriman eceng gondok disebut datang hampir setiap hari sehingga kembali menumpuk.

“Kami dari pemerintah desa sudah beberapa kali mengadakan kerja bakti. Tapi kiriman eceng gondok dan sampah terus datang, akhirnya menumpuk lagi di saluran irigasi,” ujar Tarjan, Minggu (22/2/2026).

Ia berharap instansi terkait, termasuk pihak PJT Rengasdengklok, dapat segera turun tangan melakukan pembersihan agar aliran air kembali normal. Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada pengairan pertanian, tetapi juga berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat akibat bau yang ditimbulkan.

“Kami mohon segera ada tindakan pembersihan supaya tidak menghambat pengairan sawah dan tidak menimbulkan dampak kesehatan. Mari bersama-sama membersihkan saluran irigasi ini,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Pajaten, Hj. Nurhenni yang akrab disapa Bunda Heni, menilai persoalan eceng gondok dan sampah di irigasi merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya satu pihak saja.

Menurutnya, penanganan harus dilakukan secara terpadu mulai dari pemerintah pusat hingga daerah, termasuk kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan ke sungai atau saluran air.

“Masalah eceng gondok dan sampah ini tugas kita bersama. Tidak bisa hanya mengandalkan satu instansi. Semua pihak harus terlibat,” ujar Bunda Heni.

Ia juga mengusulkan agar di wilayah Kecamatan Cibuaya disediakan tempat pembuangan akhir (TPA) yang memadai. Hal ini dinilai penting agar masyarakat tidak lagi menjadikan sungai sebagai lokasi pembuangan sampah.

“Kami juga mengimbau warga agar tidak membuang sampah ke sungai. Karena dampaknya kembali ke kita sendiri. Ini masalah yang sudah urgen dan perlu segera ditangani bersama,” tuturnya.

Hingga kini, warga berharap ada langkah konkret dari pihak terkait untuk membersihkan tumpukan eceng gondok dan sampah di saluran irigasi Pajaten-Kedungjaya demi menjaga kelancaran pengairan dan kenyamanan lingkungan. (Ahmad Saleh)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.