SERGAI, alexanews.id – Ribuan buruh dari berbagai federasi dan serikat pekerja memadati kawasan Objek Wisata Pantai Woong Rame, Desa Kota Pari, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026, Minggu (10/5/2026).
Perayaan Hari Buruh tingkat Kabupaten Sergai tahun ini berlangsung semarak namun tetap tertib dan kondusif. Ribuan pekerja yang hadir menjadikan momentum tersebut bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan panggung besar menyuarakan tuntutan kesejahteraan pekerja dan penolakan terhadap praktik ketenagakerjaan yang dinilai merugikan buruh.
Mengusung tema “Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja”, kegiatan tersebut dipusatkan di kawasan wisata Pantai Woong Rame dengan pengamanan ketat namun humanis dari jajaran Polres Serdang Bedagai.
Kehadiran ribuan pekerja dari berbagai sektor industri menciptakan atmosfer solidaritas yang kuat. Sejak pagi hari, massa buruh tampak berdatangan membawa atribut serikat pekerja sambil menyampaikan berbagai aspirasi terkait hak dan perlindungan tenaga kerja.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Serdang Bedagai H. Darma Wijaya, Wakil Bupati Dr. H. Adlin Umar Yusri Tambunan, Sekdakab Suwanto Nasution, Wakapolres Sergai Kompol S.P. Anak Ampun, serta unsur Forkopimda lainnya termasuk perwakilan Kodim 0204/DS.
Dalam momentum May Day itu, Ketua F.SPPP-KSPSI Sergai, Gober Hermanto, yang mewakili Aliansi Serikat Pekerja Buruh Bersatu Serdang Bedagai (ASPBB-SB), menyampaikan sedikitnya 11 poin tuntutan kepada pemerintah daerah.
Salah satu tuntutan yang paling keras disuarakan para pekerja adalah penghapusan sistem outsourcing yang selama ini dinilai membuat posisi buruh tidak memiliki kepastian kerja dan kesejahteraan yang layak.
Selain itu, para buruh juga menyuarakan penolakan terhadap praktik upah murah yang dianggap belum mampu memenuhi kebutuhan hidup pekerja di tengah meningkatnya biaya hidup.
Tak hanya soal pengupahan, massa pekerja juga meminta pemerintah daerah segera menempatkan Staf Pengawas Ketenagakerjaan di Dinas Ketenagakerjaan Sergai agar pengawasan terhadap perusahaan dapat berjalan lebih maksimal.
Para pekerja juga mendesak agar pemerintah segera membangun Balai Latihan Kerja (BLK) di Kabupaten Sergai guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan daya saing tenaga kerja lokal.
Menurut mereka, keberadaan BLK sangat penting agar generasi muda Sergai memiliki keterampilan kerja yang memadai dan mampu bersaing di dunia industri modern.
Menanggapi berbagai tuntutan tersebut, Bupati Serdang Bedagai H. Darma Wijaya menegaskan bahwa Hari Buruh Internasional harus menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja.
Ia menilai pekerja memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sehingga keberadaan buruh harus ditempatkan sebagai aset pembangunan.
“Saya titip pesan kepada para pelaku usaha, jadikan pekerja sebagai aset berharga, bukan hanya faktor produksi semata. Pemerintah daerah berkomitmen terus mengawal kesejahteraan pekerja melalui langkah nyata, termasuk penguatan perlindungan jaminan sosial,” ujar Darma Wijaya di hadapan ribuan peserta May Day.
Pemerintah Kabupaten Sergai, lanjutnya, juga terus membuka peluang peningkatan kualitas tenaga kerja melalui berbagai program strategis.
Salah satunya dengan membuka kesempatan bagi generasi muda Sergai mengikuti program magang kerja ke Jepang pada tahun 2026.
Program tersebut diharapkan mampu mencetak tenaga kerja yang memiliki kompetensi internasional sekaligus memperluas peluang kerja bagi anak-anak muda di Sergai.
Perayaan May Day Sergai tahun ini tidak hanya diisi dengan penyampaian aspirasi buruh. Berbagai kegiatan sosial juga digelar untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat pekerja.
Di lokasi acara, panitia menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi para buruh dan keluarganya. Selain itu, digelar pula pasar murah yang disambut antusias masyarakat karena menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Tak hanya itu, pembagian paket sembako kepada pekerja turut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Hari Buruh Internasional di Sergai.
Momentum May Day juga dimanfaatkan untuk menyerahkan santunan Jaminan Kematian (JKM) BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis kepada ahli waris pekerja.
Santunan diberikan kepada ahli waris pekerja PT Aquafarm Nusantara sebesar Rp241 juta dan ahli waris pekerja Gemilang Karunia Semesta sebesar Rp42 juta.
Penyerahan santunan tersebut menjadi simbol penting perlindungan sosial bagi pekerja dan keluarganya apabila mengalami risiko kerja maupun musibah.
Suasana perayaan semakin semarak saat panitia menghadirkan hiburan rakyat dan pencabutan lucky draw yang diikuti sekitar 1.500 buruh yang memadati lokasi acara.
Antusiasme peserta terlihat ketika sejumlah hadiah dibagikan kepada para pekerja, termasuk hadiah sepeda yang diserahkan langsung oleh Wakapolres Sergai Kompol S.P. Anak Ampun.
Di sisi lain, pihak kepolisian mengapresiasi seluruh elemen buruh yang telah menjaga situasi tetap aman dan kondusif selama kegiatan berlangsung.
Kapolres Serdang Bedagai melalui Wakapolres Kompol S.P. Anak Ampun menyebut seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar berkat kerja sama semua pihak.
“Pengamanan dilakukan secara humanis. Kami mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan buruh yang telah merayakan hari besarnya dengan tertib sehingga seluruh aspirasi dapat tersampaikan dengan baik,” ujarnya.
Hingga seluruh kegiatan berakhir, situasi di kawasan Pantai Woong Rame dilaporkan tetap aman, lancar, dan kondusif tanpa adanya gangguan keamanan berarti.
Perayaan May Day Sergai 2026 pun menjadi bukti bahwa penyampaian aspirasi buruh dapat dilakukan secara damai sekaligus menjadi ruang dialog antara pekerja, pemerintah, dan pelaku usaha demi mewujudkan kesejahteraan bersama. (Sutrisno)










