oleh

Makam Sunan Pancer, Pilihan Destinasi Wisata Religi di Kota Garut

-

Garut, AlexaNews.ID– Kabupaten Garut, punya beragam kawasan wisata menarik yang kerap menjadi destinasi wisata masyarakat. Ada beragam tempat wisata di berbagai penjuru kota Garut. Mulai dari wisata alam, wisata budaya dan banyak lagi.

Bagi kalian yang kerap melakukan ritual ziarah kubur, Garut pun dapat menjadi salah satu pilihan destinasi wisata religi yang dapat kalian kunjungin untuk melakukan ritual tersebut.

Makam Prabu Wijaya Kusumah yang juga dikenal dengan Makam Sunan Pancer adalah satu dari banyaknya makam yang bisa kalian kunjungi, makam ini kerap didatangi para peziarah dari berbagai daerah di luar Jawa Barat untuk berburu berkah ke komplek pemakaman yang terletak di Desa Pasirwaru, Kecamatan BL. Limbangan, Kabupaten Garut.

Juru kunci makam Sunan Pancer

Juru Kunci Makam Sunan Pancer, Aceng mengatakan, kebanyakan peziarah datang ke komplek makam pada Kamis malam dan Minggu. Biasanya mereka datang untuk berdoa dan bertawasul.

“Malam Jum’at sama hari sabtu biasanya banyak peziarah dateng kesini (makam susan pancer),” ujar Aceng, kepada alexanews.id, Senin (03/08/20).

Aceng menuturkan, rata-rata peziarah yang datang dalam sehari mencapai ratusan orang. Namun di bulan-bulan tertentu seperti bulan Zulhijjah bisa mencapai ribuan pengunjung.

“Bulan Zulhijah kan bertepatan dengan Maulid Nabi, jadi banyak yang berziarah. Bisa sampai satu sampe dua ribu lebih bahkan kadang non stop,” tutur Aceng.

Terdapat 7 tokoh di dalam Makam tersebut, yang merupakan cucu dari Prabu Siliwangi, Raja Padjajaran, sekaligus ulama penyebar agama Islam, yang sering melahirkan keturunan bupati di Kabupaten Garut.

“Kebanyakan cucunya yang ada makam sini, ada Eyang Megatsari, Lenggang sari, Lenggang Kencana, Wangsadita 1, Wangsadita 2, Desang Ubut dan Rangga Bungsu, jadi totalnya ada 7 makam,” tutur aceng.

Selama ini para pengurus Makam Sunan Pancer tidak pernah menetapkan tiket masuk untuk pengunjung. Namun jika pengunjung ingin memberikan sumbangan untuk mengurus makam, pengunjung bisa memberikan uang ke kotak infak. Jumlahnya pun bebas, tergantung keikhlasan peziarah.

“Para pengurus disini sengaja tidak memungut biaya bagia peziarah, tetapi kami menyedikan kontak infak bagi peziarah yang ingin memberikan uang seikhlasnya.” Pungkas igut saripudin, salah satu pengurus Makam Sunan Pancer.

Adapun Prabu Wijaya Kusumah dikenal sebagai penguasa Balubur Limbangan, cikal bakal pembentukan Kota Garut yang memiliki banyak tokoh ulama yang menyebarkan islam.

Reporter: Ayuning Tyas Niken Pratiwi

Editor: Herni

-

Hot News