AlexaNews

BPNT di Kecamatan Rengasdengklok Disalurkan Sesuai SOP

KARAWANG, AlexaNews.ID – Bantuan Sosial Program Sembako ataupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) merupakan program bantuan sosial yang diberikan kepada keluarga kurang mampu.

Program ini bertujuan untuk membantu masyarakat miskin mendapatkan akses ke bahan makanan yang bergizi dan penting dalam menjaga kesejahteraan keluarga sehingga diharapkan program ini memberikan dampak positif terhadap kehidupan sosial masyarakat.

Persoalan beredar kabar penyaluran Program sembako atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) secara tunai kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang dinilai tidak sesuai dengan aturan di wilayah Kecamatan Rengasdengklok.

Asep Zurjani sebagai Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) membantah adanya informasi proses pencairan Program Sembako atau BPNT secara tunai sebesar Rp600 ribu dan masyarakat hanya menerima Rp400 ribu serta digantikan paket sembako sebesar Rp200 ribu.

Menurutnya, penyaluran Program Sembako ataupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di wilayah Kecamatan Rengasdengklok sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) berdasarkan surat edaran yang dikeluarkan oleh Dinas Sosial Kabupaten Karawang pada tanggal 4 September 2023.

“Jadi sebelum penyaluran saya sudah rapat dengan Kepala Pos, Pendamping PKH dan juru bayar, semua harus dengan sesuai SOP ke KPM tanpa ada potongan sepeser pun,” ucapnya.

Kemudian, dia juga menyampaikan bahwa terkait persoalan beredarnya para KPM mendapatkan paket sembako, dirinya sama sekali tidak mengetahui.

Hanya saja menyarankan ataupun berpesan kepada KPM yang menerima bantuan program sembako secara tunai sebesar Rp600ribu dapat digunakan untuk membeli sembako sesuai surat edaran Dinas Sosial Kabupaten Karawang.

“Adapun di luar mau dibelikan apa-apanya itu urusan KPM, bukan urusan saya lagi. Cuma disitu saya sesuai dengan arahan atau edaran yang dikeluarkan oleh Kadis Sosial kabupaten Karawang untuk dibelikan sembako, hanya itu saja pesan saya. Sedangkan yang diluar beredar tentang ada sembako, ada itu ada ini, saya tidak tahu karena sudah rapat dan sesuai dengan SOP pembayarannya pun sesuai dengan jumlah yang ada di danom tersebut dan di lokasi penyaluran ada SDM PKH yang ikut mengawal,” ujarnya.

Sementara itu, di tempat terpisah, Tamih sebagai istri Rasan (57) warga Dusun Bojongkarya II, Desa Rengasdengklok Selatan juga membantah pernyataan dari suaminya yang merasa kecewa pada saat menerima bantuan program sembako secara tunai sebesar Rp600bribu yang diduga dipotong Rp200 ribu oleh PSM dan TKSK.

“Saya yang mengambil uangnya bukan suami saya. Saya juga terima uang Rp600 ribu bukan Rp400 ribu, terus saya berikan ke istrinya pak wakil Rp200 ribu untuk dibelikan sembako,” jelasnya.

Lebih lanjut, Minah juga sebagai warga Desa Rengasdengklok Selatan sekaligus Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Sembako atau BPNT tidak merasa keberatan ataupun kecewa saat penyaluran atau pencairannya yang secara tunai kembali menerima paket sembako.

“Sekarang gini, saya tanya balik kalau dijadiin duit pada dibelikan sembako tidak? Tetapi itupun kalau menurut saya pribadi sih nggak apa-apa ada paket sembakonya juga, emang bantuan itu kan untuk beli sembako,” tandasnya. (Ahmad Yusup Tohiri)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!