oleh

Ribuan Warga Blanakan Ditipu Koperasi Jawara, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta

-
Rapat tindaklanjut aduan masyarakat soal Koperasi Jawara di Sekretarian LSM Kompak Subang. (Foto: Istimewa/Alexa)

Subang, AlexaNews.ID – Warga Dusun Karangmulya dan Dusun Mekarsari, Desa Blanakan, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, Jawa Barat merasa ditipu oleh orang yang mengaku akan meminjamkan uang dari Koperasi Jawara.

Pasalnya sejak bulan Januari lalu, ribuan warga mengeluarkan uang yang nilainya di atas Rp200 ribu sebagai syarat keanggotaan koperasi.

“Tanggal 4 Mei lalu, kami dapat aduan dari warga yang merasa dibohongi oleh Koperasi Jawara,” ujar Ketua LSM Kompak Subang Sunarto Amrullah, Rabu (8/5/2019).

Ia menuturkan, warga datang ke Sekretariat Kompak Subang yang beralamat di Blanakan dengan menceritakan kronologis dugaan penipuan tersebut.

Bermula, pada bulan Desember 2018 didatangi Darsa alias Wa Blengep dan Salim alias Iklim. Mereka menawarkan pinjaman uang sebesar Rp5.000.000 per orang dari Koperasi Jawara.

“Syarat untuk mendapatkan pinjaman tersebut masyarakat atau nasabah diharuskan mengeluarkan uang tunai sebesar Rp200.000 per orang, dengan rincian simpanan wajib Rp100.000 dan untuk simpanan pokok Rp100.000,” jelasnya.

Kwitansi pembayaran warga ke Koperasi Jawara

Di Kecamatan Blanakan masyarakat yang mendaftar sebagai nasabah sebanyak 1.300 orang. Blengep dan Iklim menjanjikan kepada masyarakat / nasabah bahwa pinjaman akan cair pada bulan Februari. Namun sampai saat ini tidak ada kejelasan.

“Kami (Kompak) diminta untuk menelusuri dan menyelesaikan permasalahan ini,” ujarnya.

Ato, sapaan akrab Sunarto Amrullah, langsung mengintruksikan anggota Kompak untuk mencari tahu kebedaraan Kantor Koperasi Jawara, yang katanya ada di Cilameri sampai ke Pagaden. Namun setelah ditelusuti, anggota LSM Kompak tidak menemukan Kantor Koperasi Jawara tersebut.

“Akhirnya kami mengundang Saudara Darsa alias Blengep dan Saudara Salim alias Iklim ke Sekretariat DPC LSM Kompak Subang, pada 07 Mei 2019. Disitu mereka berdua memberikan penjelasan dan membenarkan adanya pengambilan uang dari warga sebagai syarat untuk meminjam uang dari Koperasi Jawara,” jelasnya.

Namun saat itu Blengep dan Iklim mengaku tidak memakan uang tersebut, melainkan memberikan uang tersebut kepada Wakil Udin dan Yanto yang merupakan warga Desa Muara, Kecamatan Blanakan.

“Mereka (Udin dan Yanto) orang kepercayaan Koperasi Jawara yang meminta Blengep dan Salim untuk mencari nasabah,” jelasnya lagi.

Atas hal itu, tambah Ato, masyarakat yang merasa tertipu meminta tanggung jawab pada Blengep dan Iklim agar uang yang dikeluarkan bisa segera dikembalikan. Atau kalau pun peminjaman benar adanya, maka minta untuk segera dicairkan.

“Kalau tuntutannya tidak dilakukan, masyarakat meminta didampingi LSM Kompak untuk melaporkan ke kepolisian supaya diproses hukum,” pungkasnya.

Reporter : Ochul
Editor : Ega Nugraha

-
-

Hot News