oleh

Usaha Pembuatan Cipak Paligar di Dusun Panyaweuyan Butuh Bantuan Pemerintah

-
Ibu Komariah saat olah pembuatan Cipak Paligar

Garut, AlexaNews.ID – Usaha pembuatan Cipak milik Ibu Komariah (62) yang berada di Dusun Panyaweuyan RT/RW, 02/05, Desa Dunguswiru Kecamatan BL Limbangan, Kabupaten Garut sebenarnya sudah banyak dikenal juga diminati khususnya warga setempat, bahkan tak sedikit para pedagang disejumlah pasar yang memesan cipak tersebut untuk dijualnya kembali.

Dari pantauan AlexaNews ditempat pembuatan cipak, nampaknya usaha ini mulai surut karena terbatasnya modal dengan tidak terpenuhinya semua pesanan yang datang kepadanya. Padahal usaha cipaknya itu sudah berjalan bertahun-tahun dilakoninya serta pemasarannya pun sudah cukup lumayan luas yakni pasar-pasar di daerah Limbangan dan juga Garut kota.

“Iya benar, sepi pembeli sih tidak. Namun hanya modalnya saja yang kurang, soalnya, yang pesan sudah banyak, tapi tak semuanya bisa dipenuhi karena modal tadi yang kurang untuk belanja bahannya. Sudah lama juga Ibu buka usaha kecil-kecilan membuat cipak ini, sampai-samapai jadi usaha sehari-hari ibu. Bahkan sekarang sejumlah pedagang dipasar, Limbangan, Garut, Cirapuhan, Selaawi sudah mulai memesan cipak buatan ibu untuk dijualnya kembali,” kata Ibu Engkom, sapaan akrabnya kepada AlexaNews saat ditemui ditempat pembuatan cipaknya pada Selasa (6/8/2019)

Jadi sekarang mah, lanjut Ibu Engkom, “Kalau ada yang pesan, yah seadanya saja jadinya, karena modalnya memang tidak ada, ditambah alat-alatnya masih manual untuk pembuatannya, sekarang ibu hanya bisa bikin paling lima kilo sehari atau kurang lebih 10 bungkus, jadi yang 10 bungkus ini di dibagi-bagi dan dikirim ke kepasar dan ke toko-toko di Garut yang memang sudah pesan dahulu serta sudah menjadi langganan ibu,” ungkapnya.

Dikatakannya, “sebetulnya, kalau ada dana tambahan atau bantuan, ibu akan kembangkan usaha ini dengan rencana pembuatan cipak itu nantinya menjadi 2 kintal dalam satu bulan, atau 400 bungkus siap jual dan ditambah nanti ibu akan beli alat alat cetaknya sekalian, agar dicetaknya tidak manual lagi dengan menggunakan piring” terangnya.

Ibu Engkom berharap, “Ya, mudah-mudahan ada perhatian dari pemdes setempat ataupun dinas terkait untuk memberikan bantuan modal, sehingga usaha ibu ini bisa berkembang dan semakin maju

Penulis : HerMa

-

Hot News