oleh

Warga Pantura Merasa Dianaktirikan Pemkab Subang

-

 

Subang, AlexaNews.ID – Pembangunan di Subang sangat timpang. Hal itu bisa dilihat dari masih banyaknya jalan-jalan jelek di wilayah utara sementara di wilayah lain tergolong lebih baik.

Pantauan di lapangan, kondisi jalan rusak itu seperti di Kecamatan Blanakan, tepatnya di Desa Langensari yang menghubungkan antara Desa Blanakan, Muara dan Tanjungtiga.

Begitupun di Desa Blanakan, Jayamukti, Rawameneng, Cilamaya Girang dan Desa Cilamaya Hilir masih banyak ruas jalan kabupaten yang kondisinya rusak parah.

Jika musim hujan tiba, jalan-jalan tersebut terlihat seperti kubangan karena digenangi air, sementara ketika musim kemarau polusi menyelimuti karena debunya merambah masuk ke rumah warga.

Tak hanya itu, memasuki Desa Perbatasan antara Kabupaten Subang dengan Kabupaten Karawang, tepatnya di Desa Cilamaya Girang dan Cilamaya Hilir terdapat jalan tengah sebagai jalan alternatif juga kondisinya rusak.

Panjang jalan rusak perbatasan Subang – Karawang itu 1500 meter dengan lebar 4,5 m. Menurut warga Blanakan rusaknya ruas jalan tersebut sudah sekitar 29 tahun atau sejak tahun 1990.

“Pembangunan di Subang timpang, pantura dianak tirikan. Maka warga pantura harus bersatu untuk medongkrak pembangunan,” ujar seorang warga, Sunarto Amrullah.

Buron, sapaan akrab pria ini mengatakan, ia mengaku akan mengkonsolidir warga pantura untuk menagih janji bupati soal pemerataan pembangunan.

“Kami akan berjuang untuk masyarakat, agar pantura lebih diperhatikan,” pungkas lelaki yang juga Ketua LSM Kompak Subang ini.

Reporter : Ludi

-
-

Hot News