AlexaNews

Duh, Program Rutilahu PRKP di Desa Dewi Sari Mangkrak

KARAWANG, AlexaNews.ID – Diduga program bantuan rumah tidak layak huni (Rutilahu) dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) Kabupaten Karawang di Desa Dewisari, Kecamatan Rengasdengklok dibiarkan mangkrak.

Pasalnya, Ipung Sutrisno dan nenek Janim warga
Dusun Telukbunder RT 02/01 Desa Dewisari, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang sebagai penerima bantuan tersebut, usai rumah mereka dibongkar empat bulan lalu, pembangunan Rutilahu tak kunjung diselesaikan hanya baru berdiri pondasi.

Hal itu diungkapkan oleh Ipung Sutrisno, bahwa dirinya sangat kecewa semenjak mulai pelaksanaan pengerjaan rumahnya empat bulan lalu, namun saat ini terbengkalai dan pembangunan baru pondasi saja.

“Tentunya saya kecewa. Pada kemana pengawas dinas terkait nya, masa pembangunan rutilahu sudah lewat tiga bulan belum juga selesai dan hanya baru pondasi saja yang terpasang,” ucapnya, Jumat (25/08/2023).

Kemudian, kekecewaan juga dirasakan nenek Janim, ia menjadi terlantar akibat rumahnya sudah dibongkar namun pembangunan rumah dari program Rutilahu belum juga ada kelanjutannya dan dibiarkan begitu saja.

“Entah kapan akan dilanjutkan kembali pembangunannya, saya tidak tahu. Rumah di bongkar semenjak bulan puasa lalu, kondisinya saat ini baru pondasi saja dan semenjak itu saya tidur dirumah tetangga,” jelasnya.

Menanggapi persoalan tersebut, Ketua LSM Lidik Karawang Suhanta sangat menyayangkan sekali sikap pihak dinas terkait yang melaksanakan program Rutilahu.

Dia juga merasa sangat prihatin terhadap warga yang rumahnya sudah dibongkar, namun pembangunan Rutilahu belum ada kelanjutannya.

“Dengan hal itu, DPC LSM Lidik akan beraudensi dengan dinas PRKP dan sekaligus mengantar kan surat aduan ke BPKP perwakilan propinsi jawabarat. Kasihan saudara kami yang rumahnya sudah dibongkar namun pembangunan hingga saat ini belum ada kelanjutannya,” tegasnya. (Ahmad Yusup Tohiri)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!